Friday, 3 October 2014

Budidaya Brokoli

Share & Comment
Brokoli
Klasifikasi
Kingdom        :Plantae
Divisio             : Spermatophyta
Subdivisio       : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Bangsa                        : Capparales
Suku                : Brassicaceae
Marga              : Brassica
Jenis                : Brassica oleracea Var italica.
Deskripsi
Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau yang tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut dikelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna hijau, sedangkan kembang kol putih.
Bentuk tanaman ini secara selintas mirip kubis bunga. Bedanya, bunga brokoli berwarna hijau dan masa tumbuhnya lebih lama dari kubis bunga. Hanya saja kepala bunganya tersusun dari kuntum-kuntum bunga dan tangkainya berdaging tebal. Tergantung varietasn,ya, warna kepala bunga ada empat macam, yaitu hijau, ungu, putih, dan hijau muda. Pada ketiak daun timbul juga kepala bunga yang lebih kecil dan akan keluar bila kepala bunga utama telah dipangkas atau dipanen. Kepala bunga utama dan samping serta tangkai berdaging tebal merupakan bagian-bagian yang biasa digunakan atau dimakan. Setelah direbus tekstur brokoli akan terasa lebih lunak.
Syarat tumbuh
Brokoli merupakan tanaman yang hidup pada cuaca dingin. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an).  Brokoli pada umumnya ditanam di daerah yang berhawa sejuk, di dataran tinggi 1000–2000 m dpl dan bertipe iklim basah. Brokoli akan mencapai pertumbuhan optimum pada tanah yang banyak mengandung humus, gembur, porus, dengan pH tanah antara 6–7. Waktu tanam yang baik adalah pada awal musim hujan atau awal musim kemarau. Namun demikian brokoli dapat ditanam sepanjang tahun dengan pemeliharaan lebih intensif.
Budidaya tanaman
1.      Benih
Varietas yang dianjurkan antara lain adalah Bejo atau varietas lokal yang biasa ditanam di daerah setempat.  Kebutuhan  benih brokoli adalah 300-350 g/ha.
2.      Persemaian
Sebelum disemai, benih direndam dahulu dalam air hangat (50°C) atau dalam larutan Previcur N (1 cc/l) selama satu jam.  Benih disebar merata pada bedengan pesemaian dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1), kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari.  Bedengan diberi atap screen/kasa/plastik transparan dan  persemaian ditutup dengan screen untuk menghindari serangan OPT.
Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan ke dalam bumbunan daun pisang/pot plastik dengan media yang sama (tanah dan pupuk kandang steril). Penyiraman dilakukan setiap hari. Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 3– 4  minggu atau sudah memiliki empat sampai lima daun
3.      Persiapan Lahan 
Dipilih lahan yang bukan merupakan bekas tanaman kubis–kubisan. Sisa–sisa tanaman dikumpulkan kemudian dikubur.  Tanah dicangkul sampai gembur kemudian dibuat lubang-lubang tanam dengan jarak tanam 70 cm (antar barisan) x 50 cm (dalam barisan) atau 60 cm x 40 cm. Pengapuran dilakukan apabila pH tanah kurang dari 5,5, menggunakan Kaptan/ Dolomit dengan dosis 1,5 ton/ha, pada 3-4 minggu sebelum tanam bersamaan dengan pengolahan lahan. Kaptan/Dolomit disebar di atas permukaan tanah dan diaduk merata.
4.      Pemupukan 
Pupuk yang diberikan antara lain pupuk kandang atau kompos dan pupuk buatan. Pupuk kandang dapat berupa pupuk kandang sapi 30 ton/ha, pupuk kandang domba 20 ton/ha, atau kompos jerami padi 18 ton/ha.  Sedangkan pupuk buatan berupa Urea sebanyak 100 kg/ha, ZA 250 kg/ha, SP-36 250 kg/ha dan KCl 200 kg/ha.  Untuk tiap tanaman diperlukan Urea sebanyak 4 g + ZA 9 g, SP-36 9 g, dan KCl 7 g.
Pupuk kandang (1 kg), setengah dosis pupuk N (Urea 2 g + ZA 4,5 g), pupuk SP-36 (9 g) dan KCl (7 g) diberikan sebelum tanam pada tiap lubang tanam.  Sisa pupuk N (Urea 2 g + ZA  4,5 g) per tanaman diberikan pada saat tanaman berumur empat minggu.
5.      Pemeliharaan tanaman
Penyiraman dilakukan tiap hari sampai tanaman brokoli tumbuh normal (lilir), kemudian diulang sesuai kebutuhan. Bila ada tanaman yang mati, segera disulam dan penyulaman dihentikan setelah tanaman berumur 10–15 hari setelah waktu tanam. Penyiangan dan pendangiran dilakukan bersamaan dengan waktu pemupukan pertama dan kedua.
6.      Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) 
1.      Hama Ulat tritip/ulat daun (Plutella xylostella) 
Kerusakan yang ditimbulkan akibat ulat tritip adalah daun mengalami kerusakan/berlubang-lubang, ulat tritip memakan bagian bawah daun sehingga tinggal epidermis bagian atas saja. Ulatnya kecil kira-kira 5 mm berwarna hijau dan jika sentuh akan menjatuhkan diri dengan menggunakan benang. Ulat ini cepat sekali kebal terhadap satu jenis insektisida. Pengendalian dilakukan dengan sanitasi lingkungan disekitar areal tanaman, bila terdapat hama tersebut dapat dilakukan dengan cara mengambili ulat yang terdapat pada tanaman, kemudian musnahkan, bila populasi ulat sudah diambang ekonomis dapat dilakukan penyemprotan menggunakan Emameksin Benszoat dengan dosis 0,5 g/ltr, atau menggunakan beta sifutrin dengan dosis 1 - 1,5 ml/ltr. 
2.      Ulat Tanah (Agrotis Ipsilon) 
Gejala daun dan pangkal tanaman (titik tumbuh) berlubang tidak beraturan sehingga tanaman tidak dapat membentuk masa bunga karena telah berhenti pertumbuhannya akibat putus pangkal batang. Pengendalian secara mekanis agak sulit dilakukan karena hama ini bila siang hari bersembunyi didalam tanah atau dapat juga dilakukan dengan membongkar tanah secara berhati-hati disekitar tanaman yang terpotong. Apabila serangan banyak, dapat menemprot menggunakan Profenos 1,5 - 2 ml/lt, atau Klorfenapir 1 - 1,5 ml/lt. 
3.      Penyakit Busuk Hitam.
Penyebab penyakit ini adalah bakteri, adapun gejala serangan penyakit ini dimulai dari bagian tepi daun yang terinfeksi berwarna kuning pucat, yang kemudian meluas ketengah. Bakteri ini berbentuk batang, ukuran 0,7 - 3,0 x 0,4 - 0,5 mm, membentuk rantai, berkapsula, tidak bersepora, bergerak dengan satu flagellum polar.           Pengendalian dengan melakukan penyemprotan bakterisida seperti Agrimysin ataupun Agreptpada kosentrasi 0,1% - 0,2%. Pencegahan yang dapat dilakukan dengan melakukan sterilisasi benih sebelum disemaikan dengan menggunakan air hangat bersuhu 500C selama 30 menit. Melakukan pergiliran tanaman yang bukan sefamili dengan rentang waktu ±3 tahun berturut-turut terutama di daerah basis penyakit busuk hitam, menjaga kebersihan kebun. Menanam jenis atau varietas kubis yang tahan terhadap penyakit busuk hitam, antara lain KK Cross, KY Cross dan Constanta atau juga bisa bertanam brokoli menggunakan Mulsa Plastik 
4.      Penyakit Akar Bengkak
Penyebab: Cendawan Plasmodphora baraaicaevar. Gejala Pembengkakan pada akar yang mengakibatkan rusak dan membusuknya sususnan jaringan akar. Pengendalian dengan menyemprotkan larutan sublimat dengan konsentrasi 0,05 % - 0,1 % kedalam tiap-tiap lubang tanaman, dengan dosis masing-masing 125 cc - 250 cc..
7.      Panen dan Pascapanen
Brokoli dapat dipanen pada saat bunga sudah padat dan kompak, dengan cara memotong pangkal batangnya dengan menyisakan 6–7 helai daun sebagai pembungkus bunga. Waktu pemanenan sebaiknya pada pagi hari setelah embun menguap atau sore hari sebelum embun turun.  Produksinya berkisar antara 15–30 ton/ha kualitas pasar. Keterlambatan panen menyebabkan bunga tumbuh tidak merata, berwarna kekuningan dan merekah.  Kelebihan pupuk N juga dapat menghasilkan bunga seperti bunga yang terlambat panen sehingga mutunya rendah. 
Brokoli akan cepat mengalami layu jika tidak disimpan dalam kondisi dingin segera setelah panen. Krop brokoli dapat bertahan kurang lebih 3 minggu jika disimpan pada suhu 10C.   Krop brokoli dapat dibungkus dengan plastik polythene film untuk menjaga kesegaran.
Dalmadi BBP2TP Bogor 
Sumber: Bacaan Ditjen Horti 2009, bp4k.lampungtimurkab.go.id, , http://www.pennygolightly.com


------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Go Green Souvenir
Jual souvenir Pernikahan
Souvenir bertema kan go green, souvenir bibit tanaman dan lain-lain. (Partai besar atau kecil)
Hubungi kami ( untuk mendapatkan katalog ):
089 631 383 425
Pin 7db7f6be
berikut beberapa contoh produknya:

























Tags:

Written by

We are the second largest blogger templates author, providing you the most excellent and splendid themes for blogger cms. Our themes are highly professional and seo Optimized.

0 komentar:

Post a Comment

 
@2014 | Published By Pro Templates Lab | Tuts | Designed by Templatezy | Powered By Blogger