Friday, 5 September 2014

Tahap pemuliaan salak

Share & Comment
Teknik Persilangan
Tanaman salak dapat berbunga sepanjang tahun. Berdasarkan hasil penelitian seludang bunga tanaman salak pondoh keluar antara 30-40 hari setelah buah dipanen. Namun jumlah terbanyak bunga jantan yang mekar terjadi pada bulan Oktober-November dan bulan Februari-Maret sedangkan periode mekar bunga betina pada bulan September-November dan bulan Maret-April.
1.    Pemilihan Tetua
Pemilihan tetua didasarkan pada karakter kualitatif dan kuantitatif yaitu tanaman salak pondoh yang akan dijadikan tetua betina memiliki karakter Akar tanaman merupakan akar serabut, berbentuk silindris dengan diameter 6-8 mm. Daerah penyebarannya tidak luas, dangkal dan peka terhadap kekurangan air (Purnomo,2001). Bentuk daun menyirip, panjangnya mencapai 3-7 m. Pelepah, tangkai dan  anak daun berduri banyak, bentuknya panjang, tipis, berwarna kelabu sampai kehitaman. Buahnya berbentuk bulat memanjang, berukuran besar, tiap kilogram berisi 9-11 butir buah, kulit buah berwarna kekuning-kuningan, daging buahnya tebal, rasanya manis, renyah, dan masir (Hendratno, 2006). Sedangkan untuk tetua jantan diambil dari salak  kacuk yang mempunyai karakter warna durinya hitam terdapat duri pada  pelepah daun, durinya lunak yang berbentuk tipis, lancip dan kecil kedudukan duri pada pelepah lurus jumlah durinya sedikit agak rapat dan lunak. Sedangkan rasanya manis agak asam dan banyak mengandung air. 
2.    Proses Persilangan
1.      Persiapan
Setelah menentukan tetua jantan dan tetua betina serta pemilihan calon tetua varietas selesai dilakukan, maka menentukan waktu yang tepat untuk persilangan yaitu setelah bunga jantan mencapai masa anthesis, dan bunga betina mencapai masa reseptif. Sebelum melakukan persilangan, hendaknya calon tetua betina diberi sungkup sebelum bunga mencapai masa reseptifnya, hal ini ditujukan agar bunga betina tidak tercemar oleh serbuk sari dari bunga lain.
2.      Kastrasi
Kastrsi adalah membersihkan bagian tanaman  yang da disekitar bunga yang akan di emaskulasi dari kotoran, serangga, dan kuncup-kuncup bunga yang tidak dipakai. Membuang mahkota dan kelopak juga termasuk kegiatan kastraksi. Kastrasi umumnya menggunakna gunting, pisau, atau pinset. 
3.      Isolasi
Isolasi pada bunga betina dilakukan agar tidak diserbuki oleh polen asing. Sementara isolasi pada bunga jantan dilakukan dalam rangka mengumpulkan polen dan agar polen tersebut tidak terkontaminasi oleh polen lain.
 Setelah diketahui bunga jantan (salak bali) telah mencapai masa anthesis dan bunga betina (salak pondoh) telah mencapai masa reseptif maka siap dilakukan proses hibridisasi. Kepala sari dapat diambil biasanya dengan menggunakan alat seperti penjepit atau pensil. Pengambilan dilakukan sebelum tepung sari luruh. Makin kecil bunga yang akan diambil kepala sarinya, diperlukan alat yang semakin kecil atau lancip. Perlengkapan lain yang diperlukan antara lain: gunting kecil, kantung kertas, dan label. Gunting digunakan untuk memotong ujung bunga agar dapat mengambil kepala sarinya. Sedangkan label dipakai untuk memberi nomor atau catatan lain yang diperlukan dalam proses pemuliaan yang selanjutnya (Poespodarsono, 1988).
4.      Penyerbukan
Penyerbukan adalah peletakan polen kekepala putik. Ciri-ciri bunga betina yang sudah matang yaitu pecah atau terbukanya seludang pembungkus bunga, bunga berwarna merah muda dan menyebarkan aroma semerbak, sedangkan bunga jantan yang dapat digunakan untuk menyerbuki ialah seludang bunganya telah terbuka, tepung sari mudah lepas, dan berwarna coklat kekuningan. Bunga salak pondoh jantan dan betina mempunyai daya tahan 3 hari setelah mekar.
Pada tanaman salak penyerbukannya dengan cara bunga betina tanaman salak pondoh yang telah berwarna kemerahan ditaburi dengan tepung sari bunga jantan yang diambil dari varietas salak kacuk dengan cara mengetuk-ngetukkan bunga jantan di atas bunga betina setelah itu bunga betina ditutupi dengan daun atau kertas.
5.      Pemeliharaan
Pemeliharaan terhadap kebersihan kebun tetap dilakukan agar tanaman tidak terganggu pertumbuhannya, dan menjaga kondisi kebun agar tidak terlalu lembab. Kebun yang terlalu lembab memudahkan serangan cendawan putih terutama terhadap buah salak. Jumlah buah salak per tandan relatif banyak dan letaknya berhimpitan.      Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan kurang optimal, sehingga untuk mengatasinya para petani melakukan penjarangan buah. Penjarangan buah adalah mengurangi jumlah buah dalam setiap tandan dengan tujuan buah dapat berkembang secara optimal sehingga diperoleh ukuran buah yang lebih besar serta seragam dan harga jual lebih tinggi. Rata-rata jumlah buah di lokasi penelitian yang tidak dijarangkan berkisar 20-30 buah per tandan. Buah salak yang dijarangkan disisakan sebanyak 12-15 buah dalam satu tandan. Meskipun jumlanya berbeda, bobot buah dalam satu tandan yang dijarangkan dan yang tidak dijarangkan berkisar 1-1.5 kg. Buah yang dijarangkan rata-rata tergolong dalam kelas A, sedangkan buah yang tidak dijarangkan rata-rata tergolong dalam kelas B dan C.
Penjarangan buah dilakukan dengan cara:
1. Penjarangan pertama, dilakukan pada saat dua bulan setelah peyerbukan (ukuran buah sebesar kelereng) dengan cara memilih buah yang abnormal, terserang penyakit, atau buah yang normal tetapi posisinya terjepit.
2. Buah yang dipilih untuk dijarangkan ditusuk, kemudian tarik dengan kawat tajam.
3. Buah hasil penjarangan dibuang ke luar kebun.
4. Penjarangan kedua, sebulan setelah penjarangan pertama dengan cara yang sama seperti penjarangan pertama.
5. Tandan buah dibungkus dengan keranjang atau anyaman bambu sehingga menutupi semua butir-butir buah. Tujuan pembungkusan buah adalah untuk memperoleh buah berpenampilan menarik, berwarna cerah, dan melindungi buah dari serangan hama. Bungkus di buka saat akan panen.
                        Respon petani terhadap penjarangan buah masih rendah meskipun mereka telah mengetahui manfaatnya (Tabel 7). Petani tidak melakukan penjarangan buah karena mereka menganggap bahwa penjarangan buah akan menurunkan produksi salak. Selain itu penjarangan buah yang dilakukan petani relatif sudah terlambat.
Penjarangan saat ukuran buah sudah agak besar tidak berpengaruh terhadap peningkatan ukuran dan peningkatan kualitas buah. Industri pengolahan makanan sederhana yang memanfaatkan buah salak hasil penjarangan masih belum berkembang
6.      Panen
                        Tanaman salak mulai berbuah setelah berumur 2 tahun jika tanaman berasal dari cangkok dan 3-4 tahun jika tanaman berasal dari biji. Pemanenandilakukan pada buah yang berumur 5-7 bulan setelah penyerbukan dengan cara memotong tandan buah. Salak yang telah matang kulitnya tampak bersih, mengkilat dan apabila dipegang tidak terasa kasar. Ujung kulit yang menempelpada tongkol terasa lunak jika ditekan (Purnomo,2001).
Bertambahnya bahan kering ini berpengaruh terhadap bertambahnya berat buah. Bertambahnya berat buah ini menyebabkan lingkar buah semakin besar sehingga sisik kulit buah ikut melebar. Warna daging buah salak pondoh pada umur 5 bulan masih putih (nilai 1), sedangkan buah berumur 6 dan 7 bulan warna dagingnya putih kekuningan (nilai 2). Semakin tua umur buah maka beratnya semakin bertambah secara nyata. Selama perkembangannya, berat buah akan meningkat. Hal ini disebabkan karena karbohidrat hasil fotosintesis pada waktunya akan dijadikan bahan dasar pembentukan senyawa-senyawa lain dalam tanaman. Secara keseluruhan hasil akhir dari proses ini adalah bahan kering tanaman seperti buah salak adalah hasil akhir yang sangat penting untuk dimanfaatkan manusia (Leopold and Kriedman, 1975; Mardjuki, 1994).

3.2  Cara Perbanyakan Setelah Dihasilkan Varietas Baru(Pencangkokan)
Salak dapat dikembangkan dengan dua cara yaitu secara generatif (biji) dan vegetatif (cangkok). Mula-mula tanaman salak pondoh diperbanyak dengan biji, namun saat ini semua petani salak pondoh memakai sistem pencangkokan tunas anakan. Perbanyakan secara generatif memiliki kelemahan yaitu, dapat terjadi perubahan sifat yang tidak menguntungkan atau lebih buruk dari pada sifat pohon induk, misalnya dalam hal bentuk, ukuran, warna kulit, dan rasa buah. Pembibitan secara generatif adalah pembibitan dengan menggunakan biji yang baik diperoleh dari pohon induk yang mempunyai sifat-sifat baik, yaitu: cepat berbuah, berbuah sepanjang tahun, hasil buah banyak dan seragam, pertumbuhan tanaman baik, tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta pengaruh lingkungan yang kurang menguntungkan.
Keuntungan perbanyakan bibit secara generatif:
a) Dapat dikerjakan dengan mudah dan murah
b) Diperoleh bibit yang banyak
c) Tanaman yang dihasilkan tumbuh lebih sehat dan hidup lebih lama
d) Untuk transportasi biji dan penyimpanan benih lebih mudah
e) Tanaman yang dihasilkan mempunyai perakaran kuat sehingga tahan rebah dan kekeringan
f) Memungkinkan diadakan perbaikan sifat dalam bentuk persilangan.

Kekurangan perbanyakan secara generatif:
a) Kualitas buah yang dihasilkan tidak persis sama dengan pohon induk karena mungkin terjadi penyerbukan silang
b) Agak sulit diketahui apakah bibit yang dihasilkan jantan atau betina.
Perbanyakan secara generatif hanya dilakukan untuk mendapatkan salak pondoh jantan. Bibit hasil cangkokan memiliki kelebihan antara lain tanaman yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan induknya dan tanaman cepat berbuah. Tunas anakan yang bisa di cangkok yaitu tunas yang telah mempunyai jumlah pelepah daun antara 2-4 pelepah.
            Ciri-ciri pohon salak pondoh yang yang baik untuk dijadikan induk diantaranya; berumur lebih dari dua tahun, pertumbuhan baik, daunnya rimbun dan tidak menguning, bebas hama dan penyakit tanaman, berproduksi tinggi dan berkualitas baik.
            Teknik mencangkok tunas anakan adalah sebagai berikut: botol infus atau botol air mineral dipotong menjadi dua kemudian salah satu sisinya dilubangi 3cm dari atas. Selanjutnya anakan yang akan dicangkok dibersihkan kemudian dimasukkan pada bagian yang telah dilubangi. Botol dipenuhi dengan campuran lapisan tanah bagian atas dan pupuk kandang (1:1). Pemeliharaan selama pencangkokan yaitu menjaga agar media cangkok tetap lembab dengan mengadakan penyiraman. Cangkokan sudah dapat dipisahkan dari induknya setelah berumur 3 - 4 bulan. Ciri cirinya yaitu munculnya akar serabut dalam jumlah yang cukup banyak dan ujung-ujung akar berwarna kuning tua kemerahan. Pemotongan tunas anakan dilakukan secara hati-hati dengan memakai pahat dan agar tidak merusak akar.
            Botol plastik dilepas memakai gunting, kemudian bibit dipindahkan ke keranjang bambu yang telah diisi dengan campuran tanah dan pupuk kandang. Kemudian keranjang bambu diletakkan di tempat yang teduh.
Berdasarkan pengamatan di lapang terdapat beberapa petani yang melakukan pemisahan anakan tidak tepat waktu, baik terlalu cepat maupun terlalu lambat.Pemisahan anakan yang terlalu cepat mengakibatkan jumlah akar yang terbentuk masih sedikit sehingga apabila ditanam menyebabkan tanaman kurang tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan.  Sedangkan pemisahan anakan yang terlalu lambat mengakibatkan pertumbuhan vegetatifnya terhambat. Pembentukan akar-akar baru pada bibit yang terlalu tua berjalan relative lebih lambat.

Jumlah tunas anakan yang dicangkok dibatasi karena dapat mengurangi munculnya bunga salak, hal ini akan berpengaruh terhadap produksi buah. Bibit salak pondoh selain dimanfaatkan untuk menanami lahan milik pribadi, petani juga menjual hasil pembibitan salak pondoh ke beberapa daerah.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Go Green Souvenir
Jual souvenir Pernikahan
Souvenir bertema kan go green, souvenir bibit tanaman dan lain-lain. (Partai besar atau kecil)
Hubungi kami ( untuk mendapatkan katalog ):
089 631 383 425
Pin 7db7f6be
berikut beberapa contoh produknya:

























 

                                                                                         
Tags:

Written by

We are the second largest blogger templates author, providing you the most excellent and splendid themes for blogger cms. Our themes are highly professional and seo Optimized.

0 komentar:

Post a Comment

 
@2014 | Published By Pro Templates Lab | Tuts | Designed by Templatezy | Powered By Blogger