Pengolahan dan Pasca Panen Lada

Share & Comment
Pengolahan dan pasca panen pada lada ( Piper nigrum L.)
Pengolahan dan pasca panen pada lada,  Buah lada yang siap panen harus di petik secara kolektif, buah lada dapat di panen di tandai dengan satu atau buah biji lada yang telah berubah berwarna menjadi warna kemerahan Sedangkan lada hitam warnanya menjadi kuning dalam satu tangkai yang telah berubah.  Panen dilakukan sesering mungkin karena kemungkinan satu atau dua kali selama musim panen kemungkinan buah tidak matang atau terlalu tua ikut terbawa. Buah lada yang jatuh ke tanah harus dipisahkan dengan buah lada yang berasal dari pohon karena pemetikan lada harus higienis.
Perontokan buah lada baik lada putih dan lada hitam dapat dilakukan dengan mesin atau secara manual. Perontokan dilakukan dengan hati hati, karena buah lada dapat rusak selama proses ini. Pada perontokan dengan mesin dianjurkan agar buah yang dirontok langsung direndam dalam air untuk mencegah perubahan warna karena proses pencoklatan. Pada lada hitam setelah proses perontokan  dilakukan proses pencucian.
Kemudian proses Pengayakan pada lada putih dan hitam, pengayakan dapat dilakukan menggunakan mesin atau secara manual, dengan menggunakan pengayak 4 mm mesh, dimana buah lada dapat melewati lubang pengayak tersebut, kemudian dipisahkan untuk dikeringkan ditempat yang terpisah. Hal ini  dilakukan untuk memisahkan buah lada yang kecil, tidak matang dan menir.
Selanjutnya proses perendaman, pada lada putih dilakukan dengan karung atau keranjang dalam air yang mengalir atau kolam perendaman dan harus terendam sepenuhnya. Jika dilakukan dalam air yang tidak mengalir, harus dilakukan pergantian air paling tidak dua hari sekali. Proses perendaman dilakukan sampai kulit lunak untuk memudahkan proses pengupasan pada pemisahan kulit dari  biji.
Pada lada putih proses setelah perendaman yaitu Pengupasan dan Pencucian,  Pengupasan kulit lada setelah perendaman dapat dilakukan dengan berbagai cara.  Pengupasan dapat dilakukan dengan mesin pengupas setelah perendaman dalam  waktu yang singkat/lebih pendek daripada cara biasa. Selama proses perlu diperhatikan agar biji lada tidak rusak. Yang paling baik pengupasan dilakukan didalam air, atau dengan air yang mengalir untuk mencegah perubahan warna . Sesudah pengupasan, biji lada harus dicuci dengan air yang bersih untuk menghilangkan sisa-sisa kulit sebelum proses pengeringan.
 Namun pada lada hitam setelah proses pengayakan dilakukan proses perlakuan dalam air panas (blansir) 1. Lada yang sudah bersih dicelup antara 1 sampai dengan 2 menit di dalam air panas 800C untuk mengurangi cemaran, memudahkan pengeringan dan meningkatkan penampilan dari lada hitam kering. 2. Pencelupan lada dapat dilakukan didalam keranjang yang terbuat dari kawat atau rotan yang dicelupkan kedalam air panas 80oC. Air perlu diganti sesering mungkin, karena menjadi kotor setelah setiap celupan. Setelah proses ini, proses selanjutnya pengeringan sampai pada sortir mutu kualitas yang sama seperti perlakuan pada lada putih.
Pengeringan, baik Lada hitam maupun lada putih sebaiknya dikeringkan dibawah sinar matahari untuk mendapatkan warna putih kekuningan, pada suatu wadah bersih jauh diatas permukaan tanah. Pastikan bahwa lada cukup kering, untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh jamur atau bahan-bahan kontaminan lainnya, khususnya bila tidak ada panas atau sinar matahari.  Sedangkan, pengeringan dengan mesin pengering dilakukan  dengan menggunakan alat pengering pada temperature dibawah 60˚C, untuk mencegah kehilangan minyak atsiri.. Lada putih harus dikeringkan sampai dengan kadar air dibawah 12% bila lada tersebut akan disimpan.
Jika diperlukan penggunaan bahan pembantu (additive) Bila digunakan bahan tambahan untuk meningkatkan penampilan produk atau memperpanjang masa simpan, bahan-bahan tersebut harus aman untuk dimakan dan diumumkan pada pembeli.
Pembersihan, Biji lada yang telah kering, harus dihembus, dipilih dan dibersihkan untuk memisahkan kulit, tangkai buah atau benda asing lainnya. Pengemasan, Lada kering yang sudah bersih harus dikemas dalam kantong yang bersih Lada yang sudah cukup kering, (kadar air dibawah 12%) dapat dikemas didalam kantong yang dilapisi polythene untuk mencegah penyerapan air.
Penyimpanan.  Lada harus disimpan di tempat yang bersih, kering, dengan ventilasi udara yang cukup, diatas bale-bale atau lantai yang di tinggikan, ditempat yang bebas dari hama seperti tikus dan serangga. Penanganan,  Perhatian harus terus diberikan sepanjang waktu untuk mencegah terjadinya kontaminasi selama penanganan, khususnya kontaminasi oleh microba atau bahan kimia. Sortasi, Lada harus disortir ditingkat petani dan diklasifikasi sebelum di jual, untuk memastikan bahwa harga yang diterima sesuai dengan kualitas. Klasifikasiifikasi Mutu Untuk lada putih dan hitam dengan  warna, kadar air, kerapatan densitas (grams per litre), biji berjamur dan kandungan bahan asing merupakan pertimbangan utama dalam menentukan kelas atau mutu lada.
Kemudian proses akhir yaitu Pemeliharaan Umum, Semua peralatan, perkakas dan bahan-bahan yang dipergunakan untuk pengolahan lada harus dibersihkan sebelum dan sesudah dipakai dan dipelihara agar selalu dalam keadaan baik. Tempat pengolahan, tempat pengeringan dan penyimpanan harus selalu dijaga kebersihannya dan bebas dari kontaminasi.


http://www.deptan.go.id  Akses 29/09/13

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Go Green Souvenir
Jual souvenir Pernikahan
Souvenir bertema kan go green, souvenir bibit tanaman dan lain-lain. (Partai besar atau kecil)
Hubungi kami ( untuk mendapatkan katalog ):
089 631 383 425
Pin 7db7f6be
berikut beberapa contoh produknya:

























 
Tags:

Written by

We are the second largest blogger templates author, providing you the most excellent and splendid themes for blogger cms. Our themes are highly professional and seo Optimized.

 
@2014 | Published By # | Tuts | Designed by # | Powered By restu agro jaya.