Thursday, 4 September 2014

Laporan Analisa Vegetasi

Share & Comment

LAPORAN PRAKTIKUM
Analisa Vegetasi









Disusun oleh:

Ulfah Nurjanah
1211706077



JURUSAN AGROTEKNOLOGI II/B
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2012
1.    TEORI PENGANTAR
Menurut Marsono (1977), Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama tersebut terdapat interaksi yang erat, baik diantara sesama individu penyusun vegetasi itu sendiri maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis.
Vegetasi, tanah dan iklim berhubungan erat dan pada tiap-tiap tempat mempunyai keseimbangan yang spesifik. Vegetasi di suatu tempat akan berbeda dengan vegetasi di tempat 1ain karena berbeda pula faktor lingkungannya. Vegetasi hutan merupakan sesuatu sistem yang dinamis, selalu berkembang sesuai dengan keadaan habitatnya.

Berdasarkan tujuan pendugaan kuantitatif komunitas vegetasi dikelompokkan ke dalam 3 kategori yaitu :
1.        Pendugaan komposisi vegetasi dalam suatu areal dengan batas-batas jenis dan membandingkan dengan areal lain atau areal yang sama namun waktu pengamatan berbeda.
2.        Menduga tentang keragaman jenis dalam suatu areal.
3.        Melakukan korelasi antara perbedaan vegetasi dengan faktor lingkungan tertentu atau beberapa faktor lingkungan (Greig-Smith, 1983).
Untuk mempelajari komposisi vegetasi perlu dilakukan pembuatan petak-petak pengamatan yang sifatnya permanen atau sementara. Menurut Soerianegara (1974) petak-petak tersebut dapat berupa petak tunggal, petak ganda ataupun berbentuk jalur atau dengan metode tanpa petak. Pola komunitas dianalisis dengan metode ordinasi yang menurut Dombois dan E1lenberg (1974) pengambilan sampel plot dapat dilakukan dengan random, sistematik atau secara subyektif atau faktor gradien lingkungan tertentu.
Dalam mengerjakan analisis vegetasi ada dua nilai yang di amati , yaitu nilai ekonomi dan nilai biologi. Nilai ekonomi suatu vegetasi dapat dilihat dari potensi vegetasi-vegetasi tersebut untuk mendatangkan devisa seperti vegetasi yang berupa pohon yang diambil kayunya atau vegetasi padang rumput yang dapat dijadikan padang penggembangan ternak dan lain-lain. Sedangkan dalam istilah biologi suatu vegetasi dapat dilihat peranan vegetasi tersebut., seperti vegetasi hutan yang dapat dijadiakan sumber pakan , relung, ekologi ( tempat istirahat, bercengkrama, bermijah beberapa jenis hewan ), pengatur iklim, pengatur tata aliran air dan indicator untuk beberapa unsur tanah dan lain-lain.
Komponen tumbuh-tumbuhan penyusun suatu vegetasi umumnya terdiri dari :
1.        Belukar (Shrub) : Tumbuhan yang memiliki kayu yang cukup besar, dan memiliki tangkai yang terbagi menjadi banyak subtangkai.
2.        Epifit (Epiphyte) : Tumbuhan yang hidup dipermukaan tumbuhan lain (biasanya pohon dan palma). Epifit mungkin hidup sebagai parasit atau hemi-parasit.
3.        Paku-pakuan (Fern) : Tumbuhan tanpa bunga atau tangkai, biasanya memiliki rhizoma seperti akar dan berkayu, dimana pada rhizoma tersebut keluar tangkai daun.
4.        Palma (Palm) : Tumbuhan yang tangkainya menyerupai kayu, lurus dan biasanya tinggi; tidak bercabang sampai daun pertama. Daun lebih panjang dari 1 meter dan biasanya terbagi dalam banyak anak daun.
5.        Pemanjat (Climber) : Tumbuhan seperti kayu atau berumput yang tidak berdiri sendiri namun merambat atau memanjat untuk penyokongnya seperti kayu atau belukar.
6.        Terna (Herb) : Tumbuhan yang merambat ditanah, namun tidak menyerupai rumput. Daunnya tidak panjang dan lurus, biasanya memiliki bunga yang menyolok, tingginya tidak lebih dari 2 meter dan memiliki tangkai lembut yang kadang-kadang keras.
7.        Pohon (Tree) : Tumbuhan yang memiliki kayu besar, tinggi dan memiliki satu batang atau tangkai utama dengan ukuran diameter lebih dari 20 cm.
Adapun parameter vegetasi yang diukur dilapangan secara langsung adalah :
1.        Nama jenis (lokal atau botanis)
2.        Jumlah individu setiap jenis untuk menghitung kerapatan
3.        Penutupan tajuk untuk mengetahui persentase penutupan vegetasi terhadap lahan
4.        Diameter batang untuk mengetahui luas bidang dasar dan berguna untuk menghitung volume pohon.
5.        Tinggi pohon, baik tinggi total (TT) maupun tinggi bebas cabang (TBC), penting untuk mengetahui stratifikasi dan bersama diameter batang dapat diketahui ditaksir ukuran volume pohon.
Macam-macam metode analisis vegetasi yaitu metode destruktif, metode nondestruktif, metode floristik, dan metode nonfloristik.
1.        Metode destruktif
Metode ini biasanya dilakukan untuk memahami jumlah materi organik yang dapat dihasilkan oleh suatu komunitas tumbuhan.Variable yang dipakai bisa diproduktivitas primer, maupun biomasa.Dengan demikian dalam pendekatan selalu harus dilakukan penuain atau berarti melakukan perusakan terhadap vegetasi tersebut.
2.        Metode nondestruktif
Metode ini dapat dilakukan dengan dua cara pendekatan, yaitu berdasarkan penelaahan organism hidup atau tumbuhan tidak didasarkan pada taksonominya, sehingga dikenal dengan pendekatan non floristika. Pendekatan lainnya adalah didasarkan pada penelaahan organism tumbuhan secara taksonomi atau pendekatan floristika.
3.        Metode non-floristica
Danserau membagi dunia tumbuhan berdasarkan berbagai hal, yaitu bentuk hidup, ukuran, fungsi daun, bentuk dan ukuran daun, tekstur daun, dan penutupan.Untuk setiap karakteristika di bagi-bagi lagi dalam sifat yang kebih rinci, yang pengungkapannya dinyatakan dalam bentuk simbol huruf dan gambar. Bentuk Hidup. Metode ini, klasifikasi bentuk vegetasi, biasanya dipergunakan dalam pembuatan peta vegetasi dengan skalakecil sampai sedang, dengan tujuan untuk menggambarkan penyebaran vegetasi berdasarkan penutupannya, dan juga masukan bagi disiplin ilmu yang lainnya (Syafei,1990).
4.    Metode floristic
Metode ini didasarkan pada penelaahan organisme tumbuhan secara taksonomi.
Adapun Teknik Pencuplikan, yaitu:
1.        Kuadrat
Metode kuadran adalah salah satu metode yang tidak menggunakan petak contoh  (plotless) metode ini sangat baik untuk menduga komunitas yang berbentuk pohon dan tihang, contohnya vegetasi hutan. Metode kuadrat, bentuk percontoh atau sampel dapat berupa segi empat atau lingkaran yang menggambarkan luas area tertentu.Luasnya bisa bervariasi sesuai dengan bentuk vegetasi atau ditentukan dahulu luas minimumnya.Untuk analisis yang menggunakan metode ini dilakukan perhitungan terhadap variabel-variabel kerapatan, kerimbunan, dan frekuensi (Surasana, 1990).
2.        Garis
Metode garis merupakan suatu metode yang menggunakan cuplikan berupa garis.Pada metode garis ini, system analisis melalui variable-variabel kerapatan, kerimbunan, dan frekuensi yang selanjutnya menentukan INP (indeks nilai penting) yang akan digunakan untuk memberi nama sebuah vegetasi
3.        Titik
Metode intersepsi titik merupakan suatu metode analisis vegetasi dengan menggunakan cuplikan berupa titik. Pada metode ini tumbuhan yang dapat dianalisis hanya satu tumbuhan yang benar-benar terletak pada titik-titik yang disebar atau yang diproyeksikan mengenai titik-titik tersebut.Dalam menggunakan metode ini variable-variabel yang digunakan adalah kerapatan, dominansi, dan frekuensi (Rohman, 2001).
4.        Kuarter
Analisa vegetasi dengan metode kuarter merupakan analisa vegetasi yang
mana dalam pelaksanaannya tidak menggunakan plot atau area sebagai alat bantu. Akan tetapi cuplikan yang digunakan hanya berupa titik sehingga sering juga metode tanpa plot.
5.    Teknik Ordinasi
Pola komunitas dianalisis dengan metode ordinasi yang menurut Mueller-Dombois dan E1lenberg (1974) pengambilan sampel plot dapat dilakukan dengan random, sistematik atau secara subyektif atau faktor gradien lingkungan tertentu. Untuk memperoleh informasi vegetasi secara obyektif digunakan metode ordinasi dengan menderetkan contoh-contoh (releve) berdasar koefisien ketidaksamaan.

2.    TUJUAN PRAKTIKUM
Tujuan praktikum ini adalah mempelajari analisa vegetasi tumbuhan, serta mengetahui komposisi dan dominasi suatu spesies dan struktur komunitas dari suatu daerah.

3.    METODE
Praktikum ini dilaksanakan pada hari minggu, 26 Mei 2013 pukul 08.30 bertempat di Kp. Cimonce Desa Sukajadi Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung.Metode yang digunakan yaitu pengamatan secara langsung di lapang.Dengan menggunakan metode kuadrat.

4.    ALAT DAN BAHAN
·         Meteran : mengukur dan menentukan luas plot
·         Patok : meendai batas plot yang ditentukan
·         Tali rapia : memperjelas batas plot sehingga membentuk kotak plot
·         Alat tulis :mencatat data dan menulis

5.    PROSEDUR PELAKSANAAN
Langkah-langkah yang dilakukan diantaranya:
1.      Menentukan lokasi pengamatan
2.      Metode yang digunakan adalah petak ganda atau metode kuadrat dengan menggunakan satu petak.
3.      Teknik pengumpulan data menggunakan teknik survey yaitu dengan mengintarisasi/mencatat seluruh jenis tumbuhan yang terdapat pada plot.
4.      Tentukan daerah yang akan dibuat plot dan dikumpulkan sampel tumbuhannya dengan cara acak (random) atau secara sistematik.
5.      Buat plot dan tandai dengan patok dan tali rapia dengan ukuran 1m x 1m
6.      Setelah pembuatan plot, kemudian lakukan pengamatan dan menghitung jumlah tumbuhan yang ada pada tiap plot.
7.      Buatlah tabulasi dari data yang diperoleh dan analisa frekuensi kerapatan, dominasi dan indeks nilai penting.
8.      Analisa data dengan menghitung :
·         Frekuensi mutlak (FM); menunjukan kerapatan suatu spesies dari seluruh plot yang dibuat, catat berdasarkan kepadatan suatu spesies di seluruh plot pengamatan.
FM=
·         Frekuensi relative (FR); kepadatan suatu spesies dari seluruh kepadatan spesies lain dari seluruh plot dalam satuan persentase.
FR=
·         Kerapatan (densitas) mutlak (KM); menunjukan jumlah individu per unit area (luas) atau unit volume.
KM=
·         Kerapatan relative (KR); perbandingan jumlah spesies ke-I dengan jumlah total individu seluruh spesies dalam satuan persentase.
KR=
·         Untuk kerapatan dapat digunakan susunan kadar kerapatan Braun Blaquet (1972) yang lebih terperinci dan mudah dilakukan. Kadar kerapatan ada 2 skala yaitu:
1.      Skala pertama; kombinasi dari banyak individu suatu jenis dengan kerimbunan dari pada spesies tersebut.
2.      Skala kedua; membentuk gambaran tentang pengelompokannya, yaitu:
r = satu atau sangat sedikit individu, dan penutupannya 1%
+ = sedikit sampai beberapa individu, penutupan <1%
1 = beberapa sampai banyak individu, penutupan 1-5%
2 = sangat banyak individu, dan penutupan 5-25%
3 = penutupan 25-50%, jumlah individu bebas (independen)
4 = penutupan 50-75%, jumlah individu bebas (independen)
5 = penutupan 75-100%, jumlah individu bebas (independen)
·         Skala dominan krajinan, dalam menaksir kerapatan penutupan (cover abundance), yaitu: 10 kerimbunan
·         Dominasi mutlak (DM): penutupan (coverage) spesies terhadap seluruh plot pengamatan.
·         Dominasi relative (DR); perbandingan luas basal area suatu spesies dengan luas basal area seluruh spesies pada plot pengamatan salam suatu persentase.
DR =
·         Indeks Nilai Penting (Importanat Value)/INP; merupakan suatu besaran yang menunjukan dominasi atau kekuasaan suatu jenis terhadap jenis-jenis lainnya pada suatu vegetasi tertentu dan merupakan hasil penjumlahan dari FR,KR dan DR.
6.    HASIL PENGAMATAN
Terdapat 2 jenis rumput, yaitu:
1.      Rumpur Teki               = 10 helai
2.      Galinggang                  = 20 helai


7.    PEMBAHASAN
Analisis vegetasi adalah suatu cara mempelajari susunan dan atau komposisi vegetasi secara bentuk (struktur) vegetasi dari tumbuh-tumbuhan. Unsur struktur vegetasi adalah bentuk pertumbuhan, stratifikasi dan penutupan tajuk. Untuk keperluan analisis vegetasi diperlukan data-data jenis, diameter dan tinggi untuk menentukan indeks nilai penting dari penvusun komunitas hutan tersebut. Dengan analisis vegetasi dapat diperoleh informasi kuantitatif tentang struktur dan komposisi suatu komunitas tumbuhan.
Praktikum ini bertujuan  supaya mahasiswa dapat memahami dan mempraktikan metode kuartaer ini dengan baik di lapangan. Di tiap titik pusat plot tersebut hanya dibuat garis khayal 1 kuarter, pada masing-masing kurter terdapat 4 kuadran. Dalam praktikum analisa vegetasi ini, metode  analisa yang  digunakan  adalah metode kuadrat dengan menggunakan satu membuat suatu plot yang berukuran 1m x 1m . Hasil dari praktikum ini adalahtumbuhnya  2 jenis rumput, yaitu:
1. Rumpur Teki      = 10 helai
2. Galinggang         = 20 helai
Sehingga didapat frekeunsi mutlak(FM) yaitu 30, kemudian didapat Frekuensi relative (FR) untuk galinggang,rumput teki, rumput carulang, dan rumput pait berturut-turut adalah33,34%, dan 66,67 %.







8.    KESIMPULAN
Vegetasi yaitu kumpulan dari beberapa jenis tumbuhan yang tumbuh bersama-sama pada satu tempat di mana antara individu-individu penyusunnya terdapat interaksi yang erat, baik di antara tumbuh-tumbuhan maupun dengan hewan-hewan yang hidup dalam vegetasi dan lingkungan tersebut.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan, yaitu  Analisis komunitas tumbuhan merupakan suatu cara mempelajari susunan atau komposisi jenis dan bentuk atau struktur vegetasi.  Spesies yang paling banyak ditemukan adalah rumput teki 10  helai, galinggang 20 helai.

9.    DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012
Anonim. 2010
http://semilirsenja.blogspot.com/2010/12/analisa vegetasi-dalam-survei-pendahuluan.html Akses 4 Juni 2013

Riyanti. 2010. http/laporan analisis vegetasi _ riyantilathyris.htm. diakses tanggal 4 Juni 2013.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Go Green Souvenir
Jual souvenir Pernikahan
Souvenir bertema kan go green, souvenir bibit tanaman dan lain-lain. (Partai besar atau kecil)
Hubungi kami ( untuk mendapatkan katalog ):
089 631 383 425
Pin 7db7f6be
berikut beberapa contoh produknya:

























 

                                                                                         
Tags:

Written by

We are the second largest blogger templates author, providing you the most excellent and splendid themes for blogger cms. Our themes are highly professional and seo Optimized.

0 komentar:

Post a Comment

 
@2014 | Published By Pro Templates Lab | Tuts | Designed by Templatezy | Powered By Blogger