inovasi pertanian

Share & Comment
Inovasi Pertanian
Van Den Ban dan Hawkins (1999) mengartikan inovasi sebagai suatu gagasan, metode, atau objek yang dianggap sebagai sesuatu yang baru, tetapi tidak selalu merupakan hasil dari penelitian mutakhir.
Pengertian inovasi tidak hanya terbatas pada benda atau barang hasil produksi saja, tetapi mencakup: ideologi, kepercayaan, sikap hidup, informasi, perilaku, atau gerakan-gerakan menuju kepada proses perubahan di dalam segala bentuk tata kehidupan masyarakat.
Dalam inovasi terdapat dua tahapan, yaitu sebagai berikut:
·         Tahap penemuan (discovery), dapat berupa penemuan dasar yang betul-betul masih baru dan proses pengembangan atau penyempurnaannya.
·         Tahap menyebarluaskan, penerimaan dan penerapan disebut invention.
Jarak waktu dari proses penemuan sampai kepada penerapan dalam kehidupan masyarakat seringkali mengalami proses yang panjang dan harus diikuti dengan perubahan unsur kebudayaan lainnya, contohnya adalah penemuan sistem irigasi di Sudan telah meningkatkan hasil pertanian. Hal ini perlu diimbangi dengan sistem penyimpanan yang baik, pengolahan yang cepat, dan perdagangan yang luas.

 Proses Adopsi Inovasi Pertanian
Adopsi, dalam proses penyuluhan (pertanian), pada hakekatnya dapat diartikan sebagai proses penerimaan inovasi dan atau perubahan perilaku baik yang berupa: pengetahuan (cognitive), sikap (affective), maupun ketrampilan (psychomotoric) pada diri seseorang setelah menerima “inovasi” yang disampaikan penyuluh.
Penerimaan disini mengandung arti tidak sekedar “tahu”, tetapi sampai benar-benar dapat melaksanakan atau menerapkannya dengan benar serta menghayatinya dalam kehidupan dan usahataninya. Penerimaan inovasi tersebut, biasanya dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung oleh orang lain, sebagai cerminan dari adanya perubahan sikap, pengetahuan, dan atau keterampilannya.
Pokok-pokok pemikiran tentang adopsi inovasi kaitannya dengan pembangunan pertanian, sebagai berikut:
·         Adopsi inovasi memerlukan proses komunikasi yang terus-menerus untuk mengenalkan, menjelaskan, mendidik, dan membantu masyarakat agar tahu, mau, dan mampu menerapkan teknologi terpilih (yang disuluhkan).
·         Adopsi inovasi merupakan proses pengambilan keputusan yang berkelanjutan dan tidak kenal berhenti, untuk memperhatikan, menerima, memahami, menghayati, dan menerapkan teknologi terpilih yang disuluhkan.
·         Adopsi inovasi memerlukan kesiapan untuk melakukan perubahan-perubahan dalam praktek berusahatani, dengan memanfaatkan teknologi terpilih (yang disuluhkan).
 Konsep Proses Adopsi
Dalam mempelajari sesuatu, seseorang akan mengalami suatu proses untuk mengambil suatu keputusan yang berlangsung secara bertahap melalui serangkaian pengalaman mental fisiologis. Ada beberapa konsep adopsi menurut para ahli diantaranya:
Konsep Adopsi Bahlen
Dalam model proses adopsi Bahlen ada 5 tahap yang dilalui sebelum seseorang mengadopsi suatu inovasi yaitu sadar (awreness), minat (interest), menilai (Evaluation), mencoba (trial) dan adopsi ( adoption).
a.      Tahap sadar : petani sasaran telah mengetahui informasi tetapi informasi tersebut dirasa kurang.
b.      Tahap minat : petani sasaran mencari informasi atau keterangan lebih lanjut mengenai informasi tersebut.
c.       Tahap menilai : petani sasaran sudah menilai dengan cara value/bandingkan inovasi terhadap keadaan dirinya pada saat itu dan dimasa yang akan datang serta menentukan apakah petani sasaran mencoba inovasi atau tidak.
d.      Tahap mencoba : petani sasaran sudah mencoba meskipun dalam skala kecil untuk menentukan angka dan kesesuaian inovasi atau tidak.
e.       Tahap adopsi : petani sasaran sudah meyakini kebenaran inovasi dan inovasi tersebut dirasa bermanfaat baginya. Pada tahap ini petani sasaran menerapkan dalam jumlah/skala yang lebih besar.
Konsep adopsi digunakan secara meluas oleh peneliti dan penyuluh pertanian. Meskipun demikian model adopsi mempunyai beberapa kelemahan antara lain :
a)      Tidak semua proses tersebut di atas diakhiri dengan tahap adopsi, adakalanya berupa penolakan terhadap adopsi.
b)      Kelima tahap di atas terjadi tidak selalu berurutan.

c)      Suatu proses adopsi pada tahap akhir akan diikuti dengan konfirmasi yaitu dengan cara mencari lebih lanjut untuk memperkokoh keputusannya (terus mengadopsi ) atau menerapkan inovasi lainnya (menolak).



-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Go Green Souvenir
Jual souvenir Pernikahan
Souvenir bertema kan go green, souvenir bibit tanaman dan lain-lain. (Partai besar atau kecil)
Hubungi kami ( untuk mendapatkan katalog ):
089 631 383 425
Pin 7db7f6be
berikut beberapa contoh produknya:

























 
Tags:

Written by

We are the second largest blogger templates author, providing you the most excellent and splendid themes for blogger cms. Our themes are highly professional and seo Optimized.

 
@2014 | Published By # | Tuts | Designed by # | Powered By restu agro jaya.