Monday, 1 September 2014

Hubungan Faktor Iklim dengan Pembungaan Tanaman (Studi Kasus Tanaman Karet, Mangga dan Durian)

Share & Comment
Hubungan Faktor Iklim dengan Pembungaan Tanaman (Studi Kasus Tanaman Karet, Mangga dan Durian)

            Faktor iklim sangat menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman, terutama pembungaan. Apabila tanaman ditanam di luar daerah iklimnya, maka produktivitasnya sering kali tidak sesuai dengan yang diharapkan.Menurut Barus dan Syukri (2008) Pengaruh iklim terhadap musim berbuahnya tanaman buah dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu:
1.         Seasional
Tanaman buah-buahan yang musim berbuahnya dipengaruhi oleh iklim tempat tumbuhnya. Contoh : rambutan, duku, Mangga, lengkeng, dan sebagainya.
2.        Non-seasional
Tanaman buah-buahan yang musim berbuahnya tidak atau sedikit dipengaruhi oleh iklim tempat tumbuhnya. Contoh : Pepaya, pisang, jambu biji, nenas, belimbing dan sebagainya.
Menurut Ashari (2006) sedikitnya ada 2 unsur yang mempengaruhi hal tersebut, yaitu :
1.     Curah hujan dan distribusi hujan
2.     Tinggi tempat dari permukaan laut.
Selain unsur iklim di atas, menurut Guslim (2007) Produksi tanaman juga dipengaruhi oleh Radiasi Matahari dan Suhu, menurut Barus dan Syukri (2008) Umumnya tanaman berbuah tahunan musim berbunganya akan didorong oleh adanya rangsangan lingkungan seperti suhu, menurut Sunu dan Wartoyo (2006) Beberapa komponen faktor lingkungan yang penting dalam menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman di antaranya adalah : radiasi matahari, suhu, tanah, air.
            Pertumbuhan tanaman dapat dipengaruhi dalam berbagai cara oleh lingkungan. Kondisi lingkungan yang sesuai selama pertumbuhan akan merangsang tanaman untuk berbunga dan menghasilkan benih. Kebanyakan spesies tidak akan memasuki masa reproduktif jika pertumbuhan vegetatifnya belum selesai dan belum mencapai tahapan yang matang untuk berbunga, sehubungan dengan ini terdapat dua rangsangan. Yang menyebabkan perubahan itu terjadi, yaitu suhu dan panjang hari (Mugnisjah dan Setiawan, 1995).
            Cekaman (stress) air yang diikuti oleh hujan sering merangsang pembungaan tanaman tahunan tropika. Faktor lain yang memicu pembungaan adalah panjang hari, atau panjang periode selama setiap 24 jam. Tanaman berhari panjang tidak akan berbunga jika ditanam di wilayah tropika (Mugnisjah dan Setiawan,1995).
            Jika bunga telah berkembang tahap berikutnya adalah menjamin sedapat mungkin agar penyerbukan berlangsung dengan baik. Cuaca pada saat penyerbukan adalah penting. Umumnya serbuk sari tidak dapat tahan hidup jika hujan lebat, dan suhu yang terlalu dapat menyebabkan penyerbukan yang jelek. Serangga terutama lebah, tidak akan bekerja dengan baik dalam kondisi cuaca yang sangat basah.
1.  Curah Hujan
Curah hujan merupakan salah satu elemen iklim yang sangat penting dalam kehidupan di bumi. Kepentingan tanaman terhadap besarnya curah hujan sudah dirasakan sejak panen. Adapun titik yang kritis adalah saat pembungaan. Apabila saat pembungaan banyak hujan turun, maka proses pembungaan akan terganggu. Tepung sari menjadi busuk dan tidak mempunyai viabilitas lagi. Kepala putik dapat busuk karena kelembaban yang tinggi. Selain itu,aktivitas serangga penyerbuk juga berkurang saat kelembaban tinggi.apabila terjadi kerusakan pada tepung sari dan kepala puti berarti penyerbukan telah gagal. Hal ini juga berarti bahwa pembuahan dan selanjutnya,panen, telah gagal dan harus menunggu tahun berikutnya (Ashari 2006).
Kesesuaian tanaman dengan kondisi iklim tempat tumbuh sangat diperlukan. Untuk berbagai keperluan, para ahli banyak membuat klasifikasi iklim yang didasarkan kepada curah hujan yang perhitungannya didasarkan pada perhitungan bulan basah (BB) dan bulan kering (BB), salah satu klasifikasi tersebut dan banyak dipakai dalam  bidang pertanian di Indonesia adalah klasifikasi iklim menurut Oldeman.
Tabel 2. Pedoman penentuan tipe iklim menurut Oldeman
Tipe
Bulan Basah
Bulan Kering
A
>9
< 2
B1
7-9
< 2
C1
5-6
< 2
D1
3-4
< 2
D2
3-4
2 -3
E2
<3
3 -4
Sumber: Buletin BMG Sampali (2009)
Tabel 3.Tipe iklim yang dikehendaki tanaman bebuahan
Tipe Iklim
(jumlah bulan basah)
Jumlah bulan kering
Jenis bebuahan yang sesuai
9,10-12,11,11-12,12
0
Gandaria,kapulasan,kemang,kesemek
9
8
7
6
3
0-3
0-4
4-5
Duku,Durian,mundu,papaya,pisang
Rambutan
Lebih dari 4 bulan
Jambu biji,jambu monyet,nangka pepaya.
Sumber : Ashari (2006)


Mungkin ini karena pengaruh adaptasi tanaman. Tidak ada jenis tanaman yang memerlukan iklim mutlak seperti pada tabel 2. Dengan kata lain, ada penyesuaian atau adaptasi tanaman terhadap lingkungannya. Untuk itu pada tabel 3 diperlihatkan contoh jenis tanaman bebuahan yang sesuai dengan kriteria di atas.
2.  Tinggi Tempat dari Permukaan Laut
            Tinggi tempat dari permukaan laut menentukan suhu udara dan intensitas sinar yang diterima oleh tanaman.Menurut Guslim (2007) Semakin tinggi suatu tempat, semakin rendah suhu tempat tersebut. Demikian juga intensitas matahari semakin berkurang. Suhu dan penyinaran inilah yang nantinya kan digunakan untuk menggolongkan tanaman apa yang sesuai untuk dataran tinggi atau  dataran rendah.
            Ketinggian tempat dari permukaan laut juga sangat menentukan pembungaan tanaman. Tanaman berbuahan yang ditanam di dataran rendah berbunga lebih awal dibandingkan  dengan yang ditanam pada dataran tinggi (Ashari,2006).
            Suhu udara di Indonesia terutama, Sumatera Utara dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Secara umum setiap kenaikan tempat tumbuh 100 meter maka suhu akan turun 0,6 oC sampai dengan 1 oC. Di permukaan laut suhu rata-rata sekitar 28oC dan daerah pegunungan dengan ketinggian tempat sekitar 2000 meter, suhu rata-rata adalah 18oC (Guslim,2007).
3.  Suhu
Suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif, induksi bunga, pertumbuhan dan differensiasi perbungaan (inflorescence), mekar bunga, munculnya serbuk sari, pembentukan benih dan pemasakan benih. Tanaman tropis tidak memerlukan keperluan vernalisasi sebelum rangsangan fotoperiode terhadap pembungaan menjadi efektif. Tetapi, pengaruh suhu terhaadap induksi bunga cukup kompleks dan bervariasi tergantung pada tanggap tanaman terhadap fotoperiode yang berbeda. Suhu malam yang tinggi mencegah atau memperlambat pembungaan dalam beberapa tanaman.
Dalam hubungannya dengan pertumbuhan tanaman, suhu dapat dibedakan menjadi 3 yaitu; suhu minimum, optimum dan maksimum. Pada suhu minimum dan maksimum pertumbuhan tanaman terhenti seluruhnya, sedangkan suhu optimum dicapai kecepatan pertumbuhan tertinggi dapat dipertahankan. Selain mempengaruhi kecepatan pertumbuhan tanaman dan metabolisme, suhu lingkungan juga berperan dalam pengendalian perkembangan tanaman tertentu. Tanaman buah yang ditanam pada lingkungan dibawah dan diatas kisaran suhu pertumbuhan, maka tanaman akan mengalami stress suhu. Stress suhu adalah adalah pengaruh suhu ekstrem pada pertumbuhan tanaman (Barus dan Syukri, 2008).
4.   Panjang Hari
            Allard dan Garner (1940) berusaha membagi tanaman atas dasar tanggapnya terhadap panjang hari. Tanaman berhari pendek (short day),tanaman berhari panjang (long day), dan tanaman berhari netral (day netral)  Menurut Ashari (2004) respon pembungaan tanaman terhadap lamanya penyinaran berbeda. Tanaman yang digolongkan tanaman hari pendek (short day) adalah tanaman yang baru berbunga apabila periode gelap lebih lama/ panjang dari kritisnya. Sebaliknya, tanaman hari panjang (long day) adalah golongan tanaman yang hanya mau berbunga apabila periode gelap kurang/ dibawah dari periode kritisnya. Menurut Guslim (2007) nilai-nilai kritis untuk tanaman hari panjang atau hari pendek biasanya akan berbeda untuk tiap macam tanaman, nilai kritis kira-kira 14  jam.
Pentingnya variasi panjang hari dalam menentukan waktu pembungaan nyata berkaitan dengan latitud; sebagai contoh, tanaman berhari pendek yang memiliki fotoperiode kritikal lebih dari 12 jam berbunga jauh lebih dini di latitud yang lebih tinggi daripada latitud yang rendah. Panjang hari dilaporkan berkorelasi dengan nisbah bunga jantan/ betina dalam tanaman berhari-pendek
(Mugnisjah dan Setiawan,1995).

5.  Radiasi Matahari
Radiasi matahari berhubungan dengan laju pertumbuhan tanaman, fotosintesis, pembukaan (reseptivitas) bunga, dan aktivitas lebah penyerbuk. Pembukaan bunga dan aktivitas lebah ditingkatkan oleh radiasi matahari yang cerah, wilayah yang sering berawan berpotensi kurang untuk produksi benih.
            Di alam cahaya erat kaitannya dengan ketinggian tempat (elevasi) serta keadaan awan.Menurut Barus dan Syukri (2008) Secara umum semakin tinggi tempat, cahaya (besarnya penyinaran) akan semakin rendah seperti di bawah ini:
a.    0 – 700 meter di atas permukaan laut, besarnya penyinaran adalah 51-70%
b.    70 1000 meter di atas permukaan laut, besarnya penyinaran adalah 45-50%
c.    Di atas 1000 meter di atas permukaan laut, besarnya penyinaran adalah 40-44 %.
Besarnya penyinaran tersebut sangat erat kaitannya dengan ketebalan awan, dimana semakin tinggi tempat di atas permukaan laut akan semakin tebal awan. Semakin tinggi ketebalan awan besarnya penyinaran akan semakin rendah.


Tabel 4. Penyinaran dan Kesesuaian beberapa Tanaman Buah
Besarnya Penyinaran (%)         Kesesuaian Tanaman Buah                                                           
40 – 80 %                                  Rambutan, Salak, Pisang,Durian, Apel,  Kuini,Sawo.
60 – 70 %                                  Duku, Manggis dan Kapulasan
50 - 80 %                                   Nenas, Mangga, dan jambu-jambuan
60 – 80 %                                  Markisa, Anggur, Melon, Semangka, Pepaya.
 Sumber : Barus dan Syukri (2008)
Faktor Iklim dan Pembungaan Mangga
            Tanaman Mangga mempunyai toleransi tumbuh yag tinggi, baik didataran rendah maupun di dataran tinggi, dengan keadaan volume curah hujan sedikit atau banyak, tetapi untuk memperoleh produksi Mangga yang tinggi membutuhkan temperatur curah hujan, keadaan awan dan angin yang bertoleransi tepat.
            Di Indonesia Mangga dapat tumbuh pada ketinggian 0-1000 m dpl, menurut Untung (1998) ketinggian yang ideal adalah 600 mdpl. Masa berbunga tanaman Mangga dipengaruhi oleh ketinggian tempat dari permukaan laut, hal ini berhubungan dengan radiasi matahari yang dibutuhkan tanaman. Di Indonesia pada umumnya setiap kenaikan rata-rata 130 m dimana Mangga ditanam, maka masa pembungaan tertunda selama 4 hari.(AAK,1991).
 Tanaman Mangga memerlukan temperatur yang panas menjelang pembungaan, karena temperatur tersebut mencegah pertumbuhan vegetatif dan mendorong pertumbuhan reproduktif. Temperatur untuk tanaman Mangga lebih kurang 24 oC-27 oC, pada suhu tersebut pertumbuhan vegetatif dan hasilnya cukupbaik, suhu yang dapat ditoleransi adalah  28 oC-30 oC (Untung, 1998).
            Keadaan volume curah hujan  juga akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman Mangga dan proses produksi pembentukan bunga  dan buah. Persentase curah hujan setiap tahun secara alami sangat penting pengaruhnya terhadap proses pembungaan, sebab masa primordia bunga akan terjadi setelah musim hujan. Curah hujan yang dapat ditolerir untuk pertumbuhan dan perkembangan Mangga berkisar antara 700 -2500 mm/ tahun. Ciri khas lain pada tanaman Mangga yaitu sangat tahan terhadap kekeringan, malahan kondisi inilah yang diinginkan. Kondisi kering yang masih dapat ditolerir adalah 2-6 bulan. (Pracaya,1995).
            Menurut (AAK,1998) Curah hujan diluar batas toleransi akan berakibat kurang menguntungkan terhadap tanaman Mangga, diantaranya adalah :
1.       Curah Hujan akan mencuci butir-butir tepung sari, akhirnya tepung sari tersebut jatuh
2.       Hujan yang terlalu lebat bisa menyebabkan luka pada permukaan tubuh bunga sehingga bisa mengakibatkan bunga  rontok
3.       Volume curah hujan yang tinggi mengakibatkan udara menjadi lembab, sehingga memudahkan serangan hama penyakit
4.       Selama hari-hari hujan, serangga penyerbuk tinggal diam bermalas-malasan, praktis mereka tidak dapat melakukan penyerbukan.

Faktor Iklim dan Pembungaan Durian
            Tanaman durian di habitat aslinya tumbuh di hutan belantara yang beriklim panas (tropis). Pengembangan budidaya tanaman yang paling baik adalah
·            Di daerah dataran rendah sampai ketinggian 800 meter diatas permukaan laut (dpl)
·            Keadaan (iklim basah),suhu udara anatara 250 – 320C, kelembaban udara (RH) sekitar 50% - 80%, dan intensitas cahaya matahari 45%-50%.
Durian berbunga 1-2 kali setahun, di Indonesia musim berbunganya berbeda-beda. Durian termasuk ramiflorous, bunga muncul di cabang atau di ranting. Sekelompok bunga terdiri dari 40-50 kuntum. Waktu yang diperlukan untuk mekarnya bunga sejak kuncupnya 6-8 minggu, bunga akan mekar pada sore hari. Masa berbunga durian 2-3 minggu, sedangkan buah akan muncul 100-150 hari setelah bunga mekar.
            Menurut Rukmana (1996) Curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan dan pembungaan atau pembuahan tanaman durian dalah 1500-2500 mm/tahun atau lebih dari 100 mm/bulan, dan merata sepanjang tahun. Daerah yang curah hujannya tinggi atau hujan lebat,terutama pada periode pembungaan, sering menyebabkan gugur bunga atau ataupun buah, selain menyebabkan gugurnya bunga dan buah musim bunganya juga akan terlambat, terutama bila musim kemarau panjang.Pada masa pembungaan dan pembuahan, dutian membutuhkan musim kering selama 3 bulan (Redaksi Trubus, 2003)
Faktor Iklim dan Pembungaan Karet
            Tanaman Karet adalah tanaman berumah satu (monoceus). Pada satu tangkai bunga yang bebentuk bunga majemuk terdapat bunga betina dan bunga jantan. Penyerbukan dapat terjadi dengan penyerbukan sendiri atau penyerbukan silang, menurut Setyamidjaja (1993) pohon Karet mulai berbunga pada umur ± 7 tahun, dalam pertumbuhan karet diketahui bahwa menjelang berakhirnya musim hujan, daun-daunnya mulai berguguran. Masa gugur daun tidak terjadi secara bersamaan, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya jenis klon dan iklim setempat. Setelah selesai gugur daun pada ranting-ranting, mulai keluar kuncup-kuncup baru bersamaan dengan mulainya pembungaan.
            Musim pembungaan pada tanaman karet terjadi setelah musim gugur daun. Periode pembungaan dalam satu tahu  terjadi dua kali yaitu musim besar ( bunga pertama) dan musim kecil (bunga kedua) (Woelan dan Pasaribu, 2007)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Go Green Souvenir
Jual souvenir Pernikahan
Souvenir bertema kan go green, souvenir bibit tanaman dan lain-lain. (Partai besar atau kecil)
Hubungi kami ( untuk mendapatkan katalog ):
089 631 383 425
Pin 7db7f6be
berikut beberapa contoh produknya:

























 

                                                                                         
Tags:

Written by

We are the second largest blogger templates author, providing you the most excellent and splendid themes for blogger cms. Our themes are highly professional and seo Optimized.

0 komentar:

Post a Comment

 
@2014 | Published By Pro Templates Lab | Tuts | Designed by Templatezy | Powered By Blogger