Deskripsi Bawang Merah

Share & Comment
Menurut Tim Bina Karya Tani, (2008) klasifikasi tanaman bawang merah adalah
sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Class : Monocotyledonae
Ordo : Liliaceae
Family : Liliales
Genus : Allium
Species : Allium ascolonicum L.
Bawang merah merupakan tanaman semusim berbentuk rumput yang tumbuh
tegak dengan tinggi dapat mencapai 15-50 cm dan membentuk rumpun. Akarnya
berbentuk akar serabut yang tidak panjang. Karena sifat perakaran inilah, bawang merah
tidak tahan kering (Rahayu dan Berlian, 1999).
 Bentuknya seperti pipa, yakni bulat kecil memanjang antara 50-70 cm,
berlubang, bagian ujungnya meruncing, berwarna hijau muda sampai hijau tua, dan letak
daun melekat pada tangkai yang ukurannya relaif pendek(Rukmana, 1994).
Bunga bawang merah merupakan bunga majemuk berbentuk tandan yang
bertangkai dengan 50-200 kuntum bunga. Pada ujung dan pangkal tangkai mengecil dan
dibagian tengah menggembung, bentuknya seperti pipa yang berkubang di dalamnya.
Universitas Sumatera UtaraTangkai tandan bunga ini sangat panjang, lebih tinggi dari daunnya sendiri dan mencapai
30-50 cm. Sedangkan kuntumnya juga bertangkai tetapi pendek, antara 0,2-0,6 cm
(Wibowo, 1995)
Tajuk dan umbi bawang merah serupa dengan bawang Bombay, tetapi
ukurannya kecil. Perbedaan yang lainnya adalah umbinya, yang berbentuk seperti buah
jambu air, berkulit coklat kemerahan, berkembang secara berkelompok di pangkal
tanaman. kelompok ini dapat terdiri dari beberapa hingga 15 umbi
(Rubatzky dan Yamaguchi, 1998).
Bawang merah adalah tanaman semusim dan memiliki umbi yang berlapis.
Tanaman mempunyai akar serabut, dengan daun berbentuk silinder berongga. Umbi
terbentuk dari pangkal daun yang bersatu dan membentuk batang yang berubah bentuk
dan fungsi, membesar dan membentuk umbi berlapis. Umbi bawang merah terbentuk dari
lapisan-lapisan daun yang membesar dan bersatu. Umbi bawang merah bukan merupakan
umbi sejati seperti kentang atau talas (http://id.wikipedia.org/wiki/Bawang_merah)

Bawang merah lebih senang tumbuh pada tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung bahan organic seperti tanah lempung berpasir atau lempung berdebu. Pada tanah alluvial dan latosol yang berpasir bawang merah pun dapat pula ditanam. Yang penting jenis tanah tersebut harus mempunyai struktur bergumpal dan keadaan air tanahnya tidak menggenang(stagnasi). Derajat keasaman tanah (pH) antara 6-7. (sunarjono,1983)

Iklim

Pada umumnya tanaman bawang merah tidak tahan terhadap curah hujan yang lebat. Suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman bawang merah antara 25-32oC dengan iklim kering. Bawang merah dapat ditanam didataran tinggi maupun dataran rendah, didataran tinggi umur tanaman bawang merah menjadi lebih panjang antara -1 bulan.tanaman bawang merah lebih menghendaki daerah yang terbuka, dengan penyinaran  70 .(sunarjono,1983)
o    Tanaman bawang merah cocok tumbuh di dataran rendah sampai tinggi  (0–1000 m dpl) dengan ketinggian optimum 0-450 m dpl.
o    Syarat tumbuh lainnya antara lain ialah cahaya matahari minimum 70%, suhu udara 25-320C, dan kelembaban nisbi 50-70%. Struktur tanah remah, tekstur sedang sampai tinggi, drainase  dan aerasi yang baik, mengandung bahan organik yang cukup, dan pH tanah netral (5,6– 6,5)
o    Jenis tanah yang paling cocok untuk tanaman bawang merah ialah tanah Aluvial atau kombinasinya dengan tanah Glei-Humus atau Latosol


 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Go Green Souvenir
Jual souvenir Pernikahan
Souvenir bertema kan go green, souvenir bibit tanaman dan lain-lain. (Partai besar atau kecil)
Hubungi kami ( untuk mendapatkan katalog ):
089 631 383 425
Pin 7db7f6be
berikut beberapa contoh produknya:

























Tags:

Written by

We are the second largest blogger templates author, providing you the most excellent and splendid themes for blogger cms. Our themes are highly professional and seo Optimized.

 
@2014 | Published By # | Tuts | Designed by # | Powered By restu agro jaya.