Spesialisasi dan diversifikasi

Share & Comment
Spesialisasi dan diversifikasi
Apabila spesialisasi kemudian dijalankan terlalu jauh, maka suatu dae­rah tertentu dapat menjadi terlalu tergantung pada satu jenis hasil pertanian saja, misalnya Kalimantan Selatan untuk karet, Sulawesi Se­latan untuk padi dan Kalimantan Timur untuk kayu. Daerah-daerah se­perti ini kini mulai mengadakan usaha-usaha diversifikasi. Di sini nam­pak ada pertentangan antara spesialisasi dan diversifikasi.
Contoh persoal­annya bagi beberapa daerah.
Sulawesi Selatan sejak lama terkenal sebagai gudang beras di Indonesia Timur yaitu seluruh Sulawesi, Kalimantan Timur, Maluku dan lain-lain. Kini Sulawesi sudah dibagi menjadi 4 propinsi, Kalimantan Timur sudah menjadi propinsi sendiri dan demikian pula Maluku. Pada waktu Sulawesi masih merupakan satu propinsi maka Makasar adalah pelabuhan utamanya. Dari sana seluruh ekspor dijalankan dengan baik antarpulau maupun ke luar negeri. Tidak saja industri dan pelabuhan Makasar merupakan pasar yang baik buat beras Sulawesi Selatan tapi juga Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan dan Timur mengimpor beras dari Makasar dan membayarnya dengan karet, kelapa, cengkeh dan lain-lain yang dihasilkan oleh daerah-daerah itu.
Setelah rnasing-masing daerah itu menjadi propinsi terutama dengan diperkenalkannya Alokasi Devisa Otornatis, ADO (1966) maka daerah - daerah itu mengekspor barang-barang langsung ke luar negeri dan tidak lagi menggunakan fasilitas pelabuhan Makasar yang kemudian menjadi sepi. Sulawesi Selatan kini kehilangan pasaran beras dan produksi yang meningkat mengakibatkan harganya merosot. Hasil padi kini hampir merupakan satu-satunya sumber pendapatan yang utama guna pernba­ngunan daerah. Kini Sulawesi Selatan berusaha mengadakan diversifika­si, karena tanah-tanah yang subur masih luas dan tanaman-tanaman seperti jagung, tebu, tembakau dan cengkeh dapat tumbuh dengan baik. Baik alasan-alasan ekonomis maupun alasan-alasan teknis dan sosial po­litis membenarkan Sulawesi Selatan mengadakan diversifikasi ke arah tanaman-tanaman lain di luar beras, peternakan dan lain-lain dan kalau perlu dengan mengurangi usaha peningkatan produksi beras.
Adapun faktor-faktor yang mendorong spesialisasi bagi suatu daerah dapat berupa :
  1. Tidak adanya sumber-sumber alam yang berarti
  2. Keuntungan komparatif yang tinggi dalam satu produk, baik dalam persediaan bahan baku maupun dalam permodalan dan keterampilan manusia.
  3. Hubungan transport dan komunikasi yang cukup baik dengan daerah-daerah lain sehingga keburukan-keburukan spesialisasi tidak perlu timbul.
  4. Industri pertanian yang bersangkutan memungkinkan pembagian kerja yang baik dengan daerah-daerah sekitarnya, sehingga membawa keuntungan secara nasional.
Sebaliknya ada faktor-faktor lain yang membenarkan kecenderungan kea rah diversifikasi, antara lain :
  1. Prospek jangka panjang yang kurang menentu dari satu hasil utama.
  2. Tersedianya sumber-sumber alam lain yang mempunyai prospek yang baik dan permintaan yang lebih elastic.
  3. Biaya transport yang tinggi dalam ekspor-impor antardaerah.

Kini dalam praktek pengertian spesialisasi dan diversifikasi dapat disera­sikan. Spesialisasi tidak hanya pada satu hasil pertanian saja tetapi pada dua atau tiga, sedangkan diversifikasi juga tidak dijalankan terlalu jauh tetapi hanva pada beberapa hasil pertanian yang benar-benar dapat di­usahakan dengan cukup menguntungkan.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Go Green Souvenir
Jual souvenir Pernikahan
Souvenir bertema kan go green, souvenir bibit tanaman dan lain-lain. (Partai besar atau kecil)
Hubungi kami ( untuk mendapatkan katalog ):
089 631 383 425
Pin 7db7f6be
berikut beberapa contoh produknya:




















Tags:

Written by

We are the second largest blogger templates author, providing you the most excellent and splendid themes for blogger cms. Our themes are highly professional and seo Optimized.

 
@2014 | Published By # | Tuts | Designed by # | Powered By restu agro jaya.