Thursday, 28 August 2014

Permintan Dan Penawaran Dalam Dunia Nyata

Share & Comment
1.2.                          Permintan Dan Penawaran Dalam Dunia Nyata (Pengendalian Harga, Pengendalian Sewa Dan Tentara Sukarela)
Hukum permintaan dan penawaran dan konsep elastistas permintaan dan penawaran mempunyai pemakaian langsung dalam banyak persoalan dunia nyata.
1.2.1.           Pengendalian harga
Dalam suatu pasar bebas, harga cenderung bergerak mendekati nilai ekuiliberium, dimana kuantitas yang diminta dan ditawarkan adalah sama. Sebagian pengendalian harga oleh pemerintah dimaksudkan untuk mempertahankan harga lebih rendah dari harga ekuiliberium. Dengan demikian kuantitas yang diminta melebihi kuantitas yang ditawarkan pada harga yang dikendalikan tersebut, sehingga menciptakan kekurangan. Kebijaksanaan pemerintah lainnya dimaksudkan untuk mempertahankan harga lebih tinggi daripada harga ekuiliberium. Dengan demikian kuantitas yang ditawarkan melebihi kuantitas yang diminta pada harga yang dikendalikan tersebut, sehingga menciptakan surplus.
a.    Kuantitas yang dipertukarkan pada harga non ekuiliberium
Dalam pasar bebas, harga cenderung untuk berubah kalau kuantitas yang ditawarkan tidak sama dengan kuantitas yang diminta. Dengan demikian harga bergerak ke arah nilai ekuiliberiumnya, dimana tidak ada penawar dan pemnta yang tidak pas. Tetapi, pengendalian harga menetapkan harga pada tingkat disekuiliberium. Jika hal ini terjadi, setiap transaksi pasar sukarela memerlukan baik seorang pembeli maupun seorang penjual yang tulus. Artinya :
9
·      Jika kuantitas yang diminta lebih kecil dari kuantitas yang ditawarkan, yang pertama akan menentukan jumlah yang sebenarnya dipertukarkan dan sisa kuantitas yang ditawarkan akan tertinggal di tangan penjual yang tidak berhasil.
·      Jika kuantitas yang diminta melebihi kuantitas yang ditawarkan, yang belakangan akan menentukan jumlah yang sebenarnya diperjualbelikan dan sisanya akan merupakan pembeli yang tidak berhasil.
Pada setiap harga disekuiliberium, kuantitas yang diperjualbelikan lebih sedikit dari kuantitas yang diminta atau kuantitas yang ditawarkan.
b.    Harga terendah
Pemerintah kadang-kadang menetapkan suatu harga minimum atau harga terendah untuk suatu barang dan jasa. Upah minimum untuk tenaga kerja dan harga terendah yang dijamin untuk komoditi pertanian tertentu merupakan contoh yang paling umum. Jika harga terendah ditetapkan pada atau di bawah harga ekuiliberium, harga tersebut tidak akan mempunyai pengaruh karena ekuiliberium masih dapat dicapai dan tidak berlawanan dengan harga terendah yang ditetapkan oleh undang-undang. Tapi jika harga terendah lebih tinggi dari harga ekuliberium, atau harga yang ditetapkan tersebut mengikat atau “effektif” kita akan situasi seperti ini.
Kadang-kadang harga terendah merupakan pedoman sederhana yang menetapkan bahwa adalah melawan hukum menjual komoditi di bawah harga yang ditentukan. Inilah persoalannya dengan upah minimum.
Jika harga dipertahankan di atas tingkat pasar bebas, kuantitas yang ditawarkan untuk dijual akan melebihi kuantitas yang ingin dibeli oleh pembeli. Akan terjadi suatu surplus atau ada pihak yang ikut bermain di pasar dan membeli kelebihan produksi tersebut.
Konsekuensi kelebihan penawaran akan berlainan dari komoditi yang satu dengan komoditi yang lainnya. Jika komoditi tersebut adalah tenaga kerja yang terkena aturan upah minimum, kelebihan penawaran akan terlihat pada orang tanpa pekerjaan. Jika komoditi tersebut adlah gandum, lebih banyak yang akan diproduksi daripada yang dapat dijual.
10
kelebihan gandum harus ditumpul di gudang penyimpanan. Konsekuensi ini mungkin pantas dan mungkin tidak pantas kalau dilihat dari sasaran lain yang dicapai. Tapi konsekuensi tidak dapat dihindarkan kalau harga terendah ditetapkan lebih tinggi dari harga ekuiliberium, dan tak ada tindakan lain yang dilakukan.
Pemerintah bersedia menghadapi konsekuensi ini karena pada kenyataannya bahwa orang-orang yang dapat menjual komoditinya dengan harga terendah keadaannya jauh akan lebih baik dibandingkan kalau mereka harus menerima harga ekuiliberium yang lebih rendah, tenaga kerja dan petani adalah golongan-golongan yang telah membujuk pemerintah untuk membentuk mereka menaikkan harga komoditi yang dijualnya dengan harga minimum yang ditetapkan.
c.    Harga tertinggi
Umum dalam keadaan perang dan semakin sering dalam masa damai pemerintah menetapkan harga maksimum untuk berbagai barang dan jasa. Pengendalian harga atas minyak bumi, gas alam, dan sewa rumah menjadi ciri US untuk sebagian jangka waktu atau seluruh jangka waktu sesudah perang dunia II. Memang, menghadapi inflasi yang terus menerus banyak pihak yang menganjurkan penegndalian harga untuk mengurangi penderitaan yang dibebankan kepada komsumen oleh harga yang terus menanjak dari hampir semua komoditi. Walaupun sering dinamakan harga yang ditetapkan atau harga yang dibekukan, kebanyakan pengendalian harga menentukan batas harga tertinggi yang dibenarkan, sering dinamakan “batas harga tertinggi”, yang dapat dibebankan oleh penjual. Jika batas harga tertinggi ditentukan sama dengan atau diatas harga ekuiliberium, maka tak akan ada akibatnya karena tingkat ekuliberium tetap dapat dicapai dan tak berlawanan dengan batas harga tertinggi yang diharuskan oleh undang-undang. Tapi jika harga tertinggi lebih rendah dari harga ekuliberium, maka batas harga ini jadi mengikat. Ini berarti bahwa harga pasar bebas harus ditentukan.

11
Penurunan yang dipaksakan ini akan menyebabkan pengurangan kuantitas yang ditawarkan, menaikkan kuantitas yang diminta, danterjadi kekurangan suatu komoditi.
Harga tertinggi yang menyebabkan terjadinya kelebihan permintaan atas komoditi, dan kuantitas yang diperdagangkan lebih kecil daripada kuantitas ekuliberium.
Dalam keadaan inflasi, pengndalian harga sering dalam bentuk “pembekuan harga” pada tingkat yang berlaku di pasar bebas. Pada saat diberlakukan pengendalian harga tidak efektif tapi dengan berlangsungnya inflasi harga akan naik, dan dengan demikian harga yang dikendalikan akan menjadi batas harga tertinggi yang efektif.
d.   Mengalokasikan suatu komoditi yang kurang penawarannya
Cara yang ditempuh oleh pasar bebas untuk menghilangkan kelebihan permintaan adalah dengan membiarkan harga untuk naik sehingga dapat melakukan alokasi barang yang ada di antara calon pembeli. Karena ini tak dapat terjadi, maka harus dilakukan cara alokasi lain.
Jika toko menjual persediaan mereka yang ada di atas dasar siapa cepat-siapa dapat, orang akan menyerbu toko-toko yang menjual barang-barang yang penawarannya kurang. Di Eropa selama perang dunia II, sebah toko menjual barang yang sedang kurang dapat menimbulkan kemacetan setempat. Pembeli sering antri selama berjam-jam, menanti untuk dapat dilayani, dan persediaan biasanya sudah habis sebelum mereka dapat dilayani. Antrian sekarang banyak terdapat dalam pertanian komando.
Suatu sistem lain akan berkembang jika pemilik toko memutuskan siapa yang akan mendapat barang yang langka tersebut. Barang-barang mungkin disimpanatu hany dijual pada langganan baik saja. Ini terjadi pada tahun 1978, pada waktu kekurangan bensin, dan sebagian pompa bensin hanya menjual pada langganan baik mereka. Bila penjual ,menentukan pada siapa mereka akan menjual atu tidak menjual barang yang langka tersebut maka dinamakan “alokasi menurut pilihan penjual

12
Jika pemerintah tidak menyukai cara ini, pemerintah paling sedikit dapat melakukan dua hal :
·      Pemerintah dapat mengeluarkan peraturan yang mengharuskan penjual untuk menjual atas dasar siapa cepat-siapa dapat.
·      Suatu tindakan yang lebih luas, pemerintah dapat mencatu barang tersebut. Untk melakukan hal tersebut pemerintah mencetak kupon sesuai dengan jumlah persediaan yang ada dan kemudian membagikan kupon tersebut pada pembeli, yang kemudian dapat menggunakannya untuk membeli komoditi yang bersangkutan.
Dengan pencatuan pilihan penguasa menggantikan pilihan penjual dalam mengalokasikan komoditi yang harganya dikendalikan.
e.    Pasar gelap
Harga tertinggi, dengan atau tanpa kupon, biasanya menimbulkan pasar gelap. Suatu pasar gelap adalah pasar di mana barang dijual secara ilegal dengan harga di atas harga tertinggi yang dibenarkan. Untuk sebagian besar barang terdapat banyak pedagang eceran, dan walaupun mudah untuk mengawasi produser, tapi sering hampir sering tak mungkin untuk mengawasi secara efektif harga yang ditetapkan penjual pada khalayak ramai.
Kemungkinan timbulnya pasar gelap selalu ada bila harga tertinggi ditetapkan, karena akan menguntungkan bagi seseorang untuk membeli dengan harga tertinggi dan menjual dengan harga lebih tinggi di pasar gelap.
Perkembangan pasar seperti itu tergantung pada adanya sedikit orang yang bersedia untuk membeli barang pada pasar gelap tersebut. Kasus ini sangat ekstrim karena selalu ada orang yang jujur dalam setiap masyarakat dan karena pemerintah biasanya punya kekuasaan yang besar untuk memeberlakukan undang-undang harganya. Biasanya sebagian, tidak semua barang yang diawasi harganya yang dijual dengan harga pasar gelap.


13
Pemerintah berkepentingan dengan :
·      Membatasi produksi (untuk membebaskan sumber daya untuk usaha perang),
·      Untuk mempertahankan harga supaya tetap rendah,
·      Memberikan rasa persamaan dalam konsumsi suatu barang yang biasanya langka.
Harga tertinggi dengan pasar gelap mencapai tujuan pertama tapi tak mencapai tujuan kedua dan tujuan ketiga. Tujuan kedua tak dicapa karena sebagian barang lari ke pasar gelap. Jika pemerataan merupakan tujuan, suatu harga tertinggi pada tingkat produser disertai dengan pasar gelap yang luas pada tingkat pengecer akan memberikan hasil yang paling jelek. Tak ada gunanya mengadakan pengendalian, dan persediaan yang ada akan didapat oleh orang yang memiliki uang yang banyak dan paling sedikit kesadarn sosialnya.
f.     Pengalaman dengan harga tertinggi
Terdapat banyak bukti untuk memperkuat ramalan mengenai harga tertinggi ini. Pada umumnya semua negara berperang dalam perang dunia I dan II memberlakukan harga tertinggi untuk beberapa barang penting yang menjadi barang langka karena keperlan perang. Harga tertinggi ini selalu pertama-tama diikuti oleh kekurangan, selanjutnya diikuti oleh pencatuan atau tumbuhnya cara alternatif lain untuk mengadakan alokasi seperti pilihan penjual dan ketiga, timbulnya pasar gelap. Harga tertinggi lebih efektif untuk membatasi konsumsi daripada untuk mengendalikan harga, walaupun harga tetinggi dapat membatasi harga karena rasa patriotisme dalam masa perang dapat menerima kekurangan daripada lari ke pasar gelap.
Suatu pengendalian harga tertinggi yang lebih lengkap kadang-kadang dijalankan dalam masa damai dalam usaha untuk menghilangkan inflasi. Suatu pembekuan diberlakukan untuk semua harga.


14
Tapi jika terdapat kelebihan permintaan yang besar, kebijaksanaan seperti ini tentu gagal kecuali dilakukan sesuatu untuk menyembuhkan penyebab kelebihan permintaan atas penawaran. Pembekuan harga kadang-kadang berhasil untuk sementara, tapi akhirnya kelebihan tenaga beli meletus di sana-sini dan kemudian diikuti oleh timbulnya pasar gelap. Tekanan untuk menghilangkan pengendalian jadi semakin besar. Hanya sesudah harga-harga meninngkat baru penawaran ikut meningkat.
1.2.2.           Pengendalian sewa : suatu studi kasus pengendalian harga tertinggi
Pengendalian sewa telah dijalankan di seluruh dunia, dengan akibat yang sama: timbulnya kekurangan rumah yang parah, sistem alokasi perorangan, dan pasar gelap. Misalnya, untuk menjembatani perbedaan antara sewa yang dikendalikan dengan sewa yang berlaku di pasar bebas, pemilik rumah dapat menetapkan harga yang tidak masuk akal bagi perlengkapan yang tidak sesuai pada penyewa baru. Atau dapat juga, pemilik rumah melakukan pemilihan penyewa sesuai dengan seleranya dan melakukan diskriminasi atas mahasiswa, keluarga dengan anak yang kecil-kecil, atau berdasarkan kriteria yang lainnya.
Pengendalian ini telah dijalankan di New York City sejak perang dunia II, lebih belakang lagi penegndalian ini telah dijalankan atau dianjurkan di banyak kota di Amerika. Di Swedia dan Inggris, di mana pengendalian sewa untuk apartmen tanpa perlengkapan telah berlaku sejak satu dekade, kekurangan perumahan sangat luas kecuali di daerah di mana penduduk semakin berkurang. Seluruh kota London banyak dijumpai rumah yang ditinggalkan dan rusak yang bertahan satu abad lagi, tapi dengan sewa yang berlaku tak dapat cukup untuk membayar biaya pemeliharaannya. Ketika pengendalian sewa di Inggris diperluas meliputi apartmen yang diperlengkapi dalam tahun 1973, suatu kekurangan perumahan berkembang dalam waktu singkat, penawaran akomodasi seperti habis, sampai akhirnya ditemukan kelemahan dalam undang-undang tersebut.


15
Ketika pengendalian sewa diperkenalkan di Italia tahun 1978 suatu kekurangan perumahan terjadi dengan cepat.
Pengendalian sewa semakin meluas di Amerika Serikat, tapi banyak penganjur pengendalian seperti itu kurang memahami konsekuensinya. Teori ekonomi memberikan sejumlah ramalan yang berguna untuk memahami pengalaman Amerika masa kini dalam pengendalian sewa dan dalam meramalkan konsekuensinya.
a.    Penggunaan teori harga tertinggi pada pengendalian sewa
Pengendalian sewa merupakan suatu kasus istimewa dari harga tertinggi. Pengendalian biasanya diberlakukan untuk melakukan sewa pada tingkat yang berlaku pada saat sewa ekuiliberium semakin meningkat, baik karena permintaan bergeser ke atas (karena pertambahan penduduk dan pendapatan) atau karena penawaran bergeser ke kiri (karena kenaikan biaya). Akibatnya, begitu sewa ditetapkan lebih rendah dari tingkat ekuliberium pasar bebas maka kelebihan permintaan tercipta. Ramalan berikut ini mengenai pengendalian sewa adalah pemakaina teori harga tertinggi terhadap perumahan.
1.    Akan terdapat kekurangan perumahan , permintaan lebih besar dari penawaran.
2.    Kuantitas akomodasi aktual lebih sedikit dibandingkan dengan jika sewa dibiarkan pada tingkat harga bebas.
3.    Kekurangan akan menimbulkan cara allokasi yang lain.
4.    Pasar gelap akan timbul. Pada umumnya, semakin besar kekurangan rumah, semakin besar uang kunci yang diminta.
b.    Aspek khusus pasar perumahan
Perumahan punya aspek yang unik yang menyebabkan analisa pengendalian sewa agak berlainan. Yang paling penting adalah sifat komoditi itu sendiri. Perumahan adalah contoh dari barang tahan lama, suatu barang yang manfaatnya dapat dinikmati dalam jangka waktu yang cukup lama. Sekali dibangun suatu apartmen dapat memberikan manfaat untuk puluhan tahun.
16
Dengan begitu penawaran akomodasi persewaan tergantung pada rumah sewaan yang tesedia, dan dalam setiap saat terutama terdiri atas rumah yang dibangun dalam tahun-tahun sebelumnya. Persediaan bertambah dengan pengubahan penggunaan rumah dari penggunaan lain dan pembangunan rumah baru, dan berkurang karena peubahan untuk penggunaan lain dan penghancuran rumah yang sudah ada karena rusak dan lain sebagainya. Perubahan persediaan biasanya berjalan lambat dari tahun ke tahun.
·      Kurva penawaran jangka panjang
Di antara berbagai pihak yang menawarkan akomodasi untuk sewa adalah perusahaan perumahan yang besar dan berbagai individu yang punya satu atau dua rumah. Terdapat sumber penawaran potensial yang besar, karena secara relatif mudah untuk membangun apartmen atau mengalihkan penggunaannya dan kemudian menawarkannya untuk disewa.
·      Kurva penawaran jangka pendek
Jika sewa naik walaupun dalam waktu pendek adalah menguntungkan untuk menanam uang pada rumah baru, tapi mungkin memerlukan waktu beberapa tahun untuk memperoleh tanah membangun dan pembuatannya.
c.    Reaksi penawarn terhadap perubahan sewa
Jika sewa naik, dalam jangka pendek jumlah yang ditawarkan lebih kurang sama karena kurva penawaran jangka pendek adalah inelastis. Jika sewa turun, kuantitas yang ditawarkan juga akan tetap lebih kurang sama karena kurva penawaran jangka pendek yang inelastis. Karena tingkat laba penyediaan rumah sewa menurun, pembangunan rumah sewa yang baru akan dikurangi. Tapi akan diperlukan cukup banyak waktu sebelum persediaan rumah sewa menurun pada titik baru pada kurva penawaran jangka panjang. Baru sesudah itu akan menguntungkan untuk mempertahankan persediaan rumah sewa yang ada.
Laba atau kerugian jangka pendek yang tidak diduga memberikan isyarat yang menyebabkan penyesuaian penawaran jangka panjang di pasar bebas.
17
Karena kurva penawaran jangka panjang sewa rumah sangat elastis, pengendalian sewa yang menetapkan sewa lebih rendah dari tingkat pasar bebas untuk suatu jangka waktu yang cukup lama akan meyebabkan suatu pengurangan rumah yang tersedia dalam jumlah yang cukup besar.
Cepatnya pengurangan tergantung pada berapa jauhnya pengendalian sewa menyimpang dari tingkat dari pasar bebas; semakin besar perbedaannya, semakin cepat jumlah rumah sewa berkurang.
d.   Permintaan untuk rumah sewa
Ada beberapa alasan untuk memperkirakan mengapa permintaan akan perumahan menjadi sangat elastis. Dengan naiknya sewa rumah disuatu tempat, maka akan terjadi hal-hal berikut ini :
1.    Sebagian orang tak mau lagi menyewa rumah, tapi sekarang membelinya
2.    Sebagian akan pindah ke tempat di mana sewa lebih murah
3.    Sebagian akan menyewa rumah yang lebih kecil dengan sewa lebih murah
4.    Sebagian akan tetap tinggal bersama orang tuanya, walaupun sudah nikah
e.    Bilamana pengendalian berhasil : kekurangan jangka pendek
Tekanan untuk mengadakan pengendalian sewa timbul karena adanya kenaikan sewa rumah yang cepat. Tuntutan untuk mengadakan pengendalian sewa rumah yang semakin meningkat paling kuat bila kekurangan yang menyebabkan sewa-sewa yang semakin meningkat bersifat sementara.
f.     Bila pengendalian gagal : kekurangan jangka panjang
Jika pengendalian sewa dilakukan dalam menghadapi kenaikan pemintaan yang bersifat jangka panjang seperti itu, pengendalian tersebut akan melintangi pembanguan rumah tinggal yang baru untuk meningkatkan penawaran. Dengan demikian, pengendalian akan merubah suatu kekurangan sementara menjadi suatu kekuranagn yang permanen.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Go Green Souvenir
Jual souvenir Pernikahan
Souvenir bertema kan go green, souvenir bibit tanaman dan lain-lain. (Partai besar atau kecil)
Hubungi kami ( untuk mendapatkan katalog ):
089 631 383 425
Pin 7db7f6be
berikut beberapa contoh produknya:
















































Tags:

Written by

We are the second largest blogger templates author, providing you the most excellent and splendid themes for blogger cms. Our themes are highly professional and seo Optimized.

0 komentar:

Post a Comment

 
@2014 | Published By Pro Templates Lab | Tuts | Designed by Templatezy | Powered By Blogger