Metode Untuk Mengetahui Kadilan Dan Kecacatn Rawi Dan Masalah-Masalahnya

Share & Comment
Metode Untuk Mengetahui Kadilan Dan Kecacatan Rawi Dan Masalah-Masalahnya
Keadilan rawi dapat diketahui dengan salah satu dari dua ketepatan :
1.      Dengan kepopuleran di kalangan para ahli ilmu bahwa ia dikenal sebagai seorang yang adil (Bisy-Syuhrah)seperti terkenalnya sebagai orang yang adil di kalangan para ahli ilmu bagi Anas bin Malik, Sufyan Ats-Tsauri, Syu’bah bin Al-Hajjai, dan sebagainya. Oleh karena itu, mereka sudah terkenal dikalangan para ahli sehingga tidak perlu lagi diperbincangkan lagi tentang keadilannya.
2.      Dengan pujian dari seseorang yang adil (tazkiyah), yaitu ditetapkan sebagai rawi yang adil oleh orang yang adil semula rawi yang di ta’dil-kan itu belum terkenal sebagai rawi yang adil.
Penetapan keadilan seorang rawi dengan jalan tazkiyah ini dapat dilakukan oleh:
a.       Seorang rawi yang adil.
b.      Setiap orang yang dapat menerima periwayatannnya baik laki-laki maupun perempuan, baik orang yang merdeka atau budak.
Penetapan tentang kecacatan seorang rawi juga dapat ditempuh melalui dua jalan, yaitu:
a.       Berdasarkan berita tentang ketenaran rawidalam keaibanya.
b.      Berdasarkan pen-tajrih an dari seorang yang adil, yang telah mengetahui sebab-sebab dia cacat.
Ada beberapa masalah yang berhubungan dengan men-ta’dil-kan dan men-jarh-kan seorang rawi, diantaranya apabila penilaian itu secara mubham (tak disebutkan sebab-sebabnya) dan ada kalanya mujasar (disebutkan sebab-sebabnya ). Tentang mubham  ini diperselisihkan  oleh para ulama dalam beberapa pendapat , yaitu:
a.       Men-ta’dil-kan tanpa menyebutkan sebab-sebabnya dapat diterima, karena sebab itu banyak sekali, sehingga kalau disebutkan semuanya tentu akan menyibukkan saja.. adapun men-tajrih-kan tidak diterima, kalau menyebutkan seba-sebabbya, karena jarh itu dapat berhasil dengan satu sebab. Dan karena orang-orang  itu berlainan dalam mengemukakan sebab jarh, hingga tidak mustahil seseorang men-tajrih menurut keyakinannya, tetapi tidak perlu disebutkan sebab-sebabnya.
b.      Untuk ta’dil harus disebutkan sebab-sebabnya, tetapi men-jarh-kan tidak perlu. Karena men-ta’dilkan itu bias dibuat-buat, hingga harus diterangkan.
c.       Untuk kedua-duanya , harus disebutkan sebab-sebabnya.
d.      Untuk kedua-duanya tidak perlu disebutkan sebab-sebabnya
Masalah berikutnya adalah perselisihan dalam menentukannnya mengenai jumlah orang yang dipandang cukup untuk menta’dilkan dan men-jarh-kan raw, sebagai berikut:
a.       Minimal dua orang, baik dalam soal syahadah maupun soal riwayah.
b.      Cukup satu orang saja, dalam soal riwayah bukan dalam soal syahadah.

c.       Cukup seorang saja, baik dalam soal riwayah maupun syahadah
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Go Green Souvenir
Jual souvenir Pernikahan
Souvenir bertema kan go green, souvenir bibit tanaman dan lain-lain. (Partai besar atau kecil)
Hubungi kami ( untuk mendapatkan katalog ):
089 631 383 425
Pin 7db7f6be
berikut beberapa contoh produknya:













































Tags:

Written by

We are the second largest blogger templates author, providing you the most excellent and splendid themes for blogger cms. Our themes are highly professional and seo Optimized.

 
@2014 | Published By # | Tuts | Designed by # | Powered By restu agro jaya.