Hikmah turunya Al-Qur'an

Share & Comment
Hikmah Turunnya Quran Secara Sekaligus
 a)  Menyatakan Kebesaran Al-Quran dan Kemuliaan orang yang diturunkan Al-Quran
As-Syuyuti mengatakan: “Dikatakan bahwa rahasia diturunkannya Quran ke langit dunia adalah untuk memuliakannya dan memuliakan orang yang kepadanya diturunkan yaitu dengan memberitahukan kepada penghuni tujuh langit bahwa Quran adalah kitab terakhir yang diturunkan kepada Rasul terakhir dan umat yang paling mulia.
b) Suatu kehormatan kepada keturunan Adam dihadapan para malaikat serta pemberitahuan kepada para malaikat akan perhatian Allah dan rahmat-Nya kepada mereka.
Dan dalam pengertian inilah Allah memerintahkan 70.000 malaikat untuk mengawal surat Al-An’am (Quran yang dikawal oleh para malaikat yang turunnya diiringi dan dikelilingi oleh para malaikat). Diriwayatkan oleh Tabrani dan Abu ;Ubaid di dalam Fadoidul Quran: Ibn Abbas mengatakan:”Surat Al-An’am itu turun di Mekah sekaligus di waktu malam. Ia diiringi oleh 70.000 malaikat yang menyerukan tasbih.
              
Hikmah Turunnya Quran Secara Bertahap
      Turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur mempunyai hikmah dan faedah yang besar sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Furqon ayat 32. Di samping itu masih banyak pula hikmah yang terkandung dalam hal diturunkannya Al-Quran secara bertahap sebagai berikut:
a)      Untuk meneguhkan hati Nabi Muhammad SAW
Rasulullah telah menyampaikan dakwahnya kepada manusia, tetapi ia menghadapi sikap mereka yang membangkang  dan watak yang begitu keras. Ia ditantang oleh orang-orang yang berhati batu, berperangai kasar dan keras kepala. Mereka senantiasa melemparkan berbagai macam gangguan dan ancaman kepada Rasul. Namun, Rasul tetap tenang karena Allah telah menjamin akan melindunginya dari gangguan orang-orang jahat. Sebagaiman firman Allah dalam QS.Al-muzzammil:10-11.
Artinya: “Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.
Setiap kali  penderitaan Rasullullah SAW bertambah karena didustakan oleh kaumnya dan merasa sedih karena penganiayaan mereka, maka Quran turun untuk melepaskan derita dan menghiburnya serta mengancam orang-orang yang mendustakan bahwa Allah mengetahui hal ihwal mereka dan akan membalas apa yang mereka lakukan itu.
Demikianlah ayat-ayat Quran itu turun kepada Raulullah secara berkesinambungan sebagai penghibur dan pendukung sehingga ia tidak dirundung kesedihan dan dihinggapi rasa putus asa.

b)      Tantangan dan Mukjizat
Orang-orang musyrik senantiasa berkubang dalam kesesatan dan kesombongan hingga melampaui batas. Mereka sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan maksud melemahkan dan menantang, untuk menguji kenabian Rasulullah. Mereka juga sering menyampaikan kepadanya hal-hal batil yang tak masuk akal, seperti menanyakan tentang hari kiamat: Mereka menanyakan kepadamu tentang hari kiamat (QS.Al-a’rof:187), dan minta disegerakannya azab. Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu tidak disegerakan (Al-Hajj:47). Maka turunlah Quran dengan ayat yang menjelaskan kepada mereka segi kebenaran dan memberikan jawaban yang amat jelas atas pertanyaan mereka, firman Allah dalam QS.Al-Furqon:33
Artinya:” Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya”.
            Maksud ayat tersebut adalah setiap kali mereka datang kepada nabi Muhammad s.a.w membawa suatu hal yang aneh berupa usul dan kecaman, Allah menolaknya dengan suatu yang benar dan nyata.
            Disaat mereka keheranan terhadap turunnya Quran secara bertahap, maka Allah menjelaskan kepada mereka kebenaraan hal itu, sebab tantangan kepada mereka dengan Quran yang diturunkan secara bertahap sedang mereka tidak sanggup membuat yang serupa dengannya, akan lebih memperlihatkan kemukjizatannya dan lebih efektif pembuktiannya daripada kalau Quran diturunkan seklaigus. Oleh sebab itu, ayat diatas datang sesudah pertanyaan mereka ‘Mengapa Quran tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?’ maksudnya ialah: Setiap mereka datang kepadamu dengan membawa sesuatu yang ganjil yang mereka minta seperti turunnya Quran sekaligus, Kami berikan kepadamu apa yang menurut kebijaksanaan Kami membenarkanmu dan apa yang lebih jelas maknanya dalam melemahkan mereka, yaitu turunya Quran secara bertahap. Hikmah yang demikian juga telah diisyaratkan oleh keterangan yang terdapat dalam beberapa riwayat dalam hadist Ibn Abbas mengenai turunyya Quran :”Apabila orang-orang musyrik mengadakan sesuatu, maka Allah pun mengadakan jawabannya atas mereka”.
c)      Mempermudah Hafalan dan Pemahamannya
Al-Quran turun ditengah-tengah umat yang ummi, yang tidak pandai membaca dan menulis. Mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang tata cara penulisan dan pembukuan yang dapat memungkinkan mereka menuliskan dan membukukannya, kemudian menghafal dan memahaminya. Sebagaimana dalam firman Allah Qs.Al-Jumu’ah :2
Artinya: Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”.
Juga firmannya dalam QS.Al-A’rof: 157
Artinya: (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada merekaMaka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Umat yang buta huruf itu tidaklah mudah untuk menghafal seluruh Quran seandainya Quran diturunkan sekaligus dan tidak mudah pula bagi kereka untuk memahami maknanya. Jelasnya bahwa turunnya Quran  secara bertahap merupakan bantuan terbaik bagi mereka untuk menghafal dan memahami ayat-ayatnya. Setiap kali turun satu atau beberapa ayat, para sahabat segera menghafalnya, memikirkan maknanya dan mempelajari hukum-hukumnya. Tradisi demikian menjadi suatu metode pengajaran bagi para tabi’in.
d)     Kesesuaian Dengan Peristiwa-Peristiwa Dan Pentahapan Dalam Penetapan Hukum
              Manusia tidak akan mudah mengikuti dan tunduk pada agama yang baru ini seandainya Quran tidak menghadapi mereka dengan cara yang bijaksana dan memberikan kepada mereka beberapa obat penawar yang ampuh yang dapat menyembuhkan mereka dari kerusakan dan kerendahan martabat. Setiap kali terjadi suatu peristiwa diantara mereka, maka turunlah hukum mengenai peristiwa itu yang memberikan kejelasan statusnya dan petunjuk serta meletakkan dasar-dasar perundang-undangan bagi mereka, sesuai dengan kondisi dan situasi satu demi satu.
Pada mulanya Quran meletakkan dasar-dasar keimanan kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-nya, dan hari kiamat serta apa yang terjadi pada hari kiamat itu, seperti hari kebangkitan, hisab, balasan , surga dan neraka. Untuk itu, Al-Quran menegakkan bukti-bukti dan alasan sehingga kepercayaan kepada berhala tercabut dari jiwa orang-orang musyrik dan tumbuh sebagai gantinya akidah Islam.
Quran mengajarkan akhlak mulia yang dapat membersihkan jiwa dan meluruskan kebengkokannya dan mencegah perbuatan yang keji dan munkar, sehingga dapat terkkikis habis akar kejehatan dan keburukan. Ia menjelaskan kaidah-kaidah halal dan haram yang menjadi dasar agama dan menancapkan tiang-tiangnya dalam hal makanan, minuman, harta benda, kehormatan dan nyawa.
Kemudian penetapan hukum bagi umat ini meningkat kepada penanganan penyakit-penyakit social yang sudah mendarah daging dalam jiwa mereka sesudah digariskan kepada mereka kewajiban-kewajiban agama dan rukun-rukun Islam yang menjadikan hati mereka penuh dengan iman, ikhlas kepada Allah dan hanya menyembah kepada-Nya serta tidak mempersekutukannya.
Demikian pula Quran turun sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi bagi kaum muslimin dalam perjuangan mereka yang panjang untuk meninggikan kalimah Allah. Hal-hal tersebut diatas, semuanya mempunyai dalil-dalil berupa nas-nas Al-Quran bila kita meneliti ayat-ayat makki dan Madani nya serta kaidah-kaidah perundang-undangannya. Sebagai contoh di Mekah disyariatkan salat dan prinsip umum mengenai zakat yang diperbandingkan dengan riba. Sebagaimana dalam QS. Ar-Rum: 38-39:
Artinya: “Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalananItulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung. Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).
e)      Bukti Yang Pasti Bahwa Al-Quran Diturunkan Dari Sisi Yang Mahabijakasana Dan Terpuji
Seandainya Quran ini perkataan manusia yang disampaikan dalam berbagai situasi, peristiwa dan kejadian, tentulah didalamnya terjadi keserasian dan salinh bertentangan satu dengan yang lain, serta sulit terjadi keseimbangan.Sebagaimana firman Allah dalam QS,An-Nisa : 82
Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya”.
            Hadis-hadis Rasulullah SAW sendiri yang merupakan puncak kefasihan dan paling bersastra sesudah Quran, tidaklah tersusun dalam bentuk sebuah buku dengan ungkapan yang lancar serta satu dengan yang lain saling berkaitan dalam suatu kesatuan dan ikatan seperti halnya Al-Quran atau dalam bentuk yang serasi dan harmoni yang mendekatinya sekalipun, apalagi ucapan dan perkataan manusia lainnya. Sebagaimana dalam QS. Al-Isro: 88. Artinya: “Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk     membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain."

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Go Green Souvenir
Jual souvenir Pernikahan
Souvenir bertema kan go green, souvenir bibit tanaman dan lain-lain. (Partai besar atau kecil)
Hubungi kami ( untuk mendapatkan katalog ):
089 631 383 425
Pin 7db7f6be
berikut beberapa contoh produknya:

























 
Tags:

Written by

We are the second largest blogger templates author, providing you the most excellent and splendid themes for blogger cms. Our themes are highly professional and seo Optimized.

 
@2014 | Published By # | Tuts | Designed by # | Powered By restu agro jaya.