budidaya tomat dengan sistem hidroponik

Share & Comment
PROPOSAL PENELITIAN
USAHA MENINGKATKAN KUALITAS BEBERAPA VARIETAS TOMAT   DENGAN SISTEM BUDIDAYA HIDROPONIK


PROPOSAL PENELITIAN
Diajukan sebagai salah satu tugas  ujian akhir semester mata kuliah bahasa indonesia

Oleh
Ulfah Nurjanah
NIM. 1211706077



JURUSAN AGROTEKNOLOGI B/I
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2011 M/1432 H


PROPOSAL PENELITIAN
USAHA MENINGKATKAN KUALITAS BEBERAPA VARIETAS TOMAT   DENGAN SISTEM BUDIDAYA HIDROPONIK

A.    Latar belakang Masalah
Zaman yang sudah modern ini bertanam tak lagi harus menggunakan tanah. Berbagai metode bercocok tanam bias digunakan bagi yang ingin menekuninya. Salah satunya bertanam secara hidroponik. Hidroponik adalah suatu cara bertanam tanpa media tanah.  Tomat sudah lama dikenal dan dikonsumsi masyarakat kelas menengah maupun menengah kebawah. Konsumen tomat dapat dibedakan menjadi konsumen rumah tangga, konsumen lembaga(restouran, hotel ) dan konsumen industri. Namun demikian sampai saat ini konsumen rumah tangga dapat dikatakan sebagai konsumen paling besar.
Buah tomat saat ini merupakan salah  satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan masih memerlukan penanganan serius, terutama dalam hal peningkatan hasilnya dan kualitas buahnya. Apabila dilihat dari rata-rata produksinya, ternyata tomat di Indonesia masih rendah,  yaitu 6,3 ton/ha jika dibandingkan dengan negara-negara Taiwan, Saudi Arabia dan India yang berturut-turut 21 ton/ha, 13,4 ton/ha dan 9,5 ton/ha (Kartapradja  dan Djuariah, 1992). Rendahnya produksi tomat di Indonesia kemungkinan disebabkan varietas yang ditanam  tidak cocok, kultur teknis yang kurang baik atau pemberantasan hama/penyakit yang kurang efisien. (Ari Wijayani  dan Wahyu Widodo.2005) .
Kebanyakan varietas tomat hanya cocok ditanam di dataran tinggi, tetapi oleh Badan Penelitian dan Pengambangan Pertanian telah dilepas varietas tomat untuk dataran rendah, yaitu Ratna, Berlian, Mutiara serta beberapa varietas lainnya (Purwati dan Asga, 1990). Namun seringkali terjadi menanam varietas-varietas penanaman tomat tanpa memperhatikan kualitasnya, sehingga hasil dan kualitas buahnya sangat rendah. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan tomat yang semakin tinggi maka penelitian  perlu diarahkan untuk meningkatkan hasil dan kualitas buah tomat dengan unggul.
 Kemampuan tomat untuk dapat menghasilkan buah sangat tergantung pada interaksi antara pertumbuhan tanaman dan kondisi lingkungannya. Faktor lain yang menyebabkan produksi tomat rendah adalah penggunaan pupuk yang belum optimal sertta pola tanam yang belum tepat. Upaya untuk menanggulangi kendala tersebut adalah dengan perbaikan teknik budidaya. Salah satu teknik budidaya tanaman yang diharapkan dapat meningkatkan hasil dan kualitas tomat  . Menurut Sundstrom (1982) dengan sistem hidroponik dapat diatur kondisi lingkungannya seperti suhu, kelembaban relatif dan intensitas cahaya,  bahkan faktor curah hujan dapat dihilangkan sama sekali dan serangan hama penyakit dapat diperkecil.  Berdasarkan  latar belakang diatas penggunaan metode hidroponik menunjukkan keberhasilan sehingga  peneliti ingin mengajukan proposal penelitian tentang “Usaha Meningkatkan Kualitas Beberapa Varietas Tomat   Dengan Sistem Budidaya Hidroponik.
B.     Rumusan Masalah
Untuk memperjelas pokok permasalahan yang akan dikaji, maka peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan varietas dan metode hidroponik?
2.      Bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitas beberapa varietas tomat?
3.      Bagaimana keuntungan dan kerugian dengan menggunakan metode budidaya hidroponik?

C.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulis mengadakan penelitian adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui tentang varietas dan hidroponik
2.      Untuk mengetahui cara meningkatkan kualitas varietas tomat
3.      Untuk mengetahui  keuntungan dan kerug dengan menggnakan metode budidaya hidroponik
D.    Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini dibagi menjadi dua :
a.       Secara Teoritis
Untuk memberikan kontribusi penelitian dalam bidang ilmu pertanian
b.      Secara Praktis
Untuk mengetahui secara realistis mengenai tomat dengan metode hidroponik.
E.     Kerangka Pemikiran
Istilah hidroponik (hydroponics) digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Disini termasuk juga bercocok tanam di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan porous lainnya, seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil, maupun gabus putih. Penemu dari metode hidroponik ini adalah DR. WF. Gericke. Beliau adalah seorang agronomis dari Universitas California, USA. Saat itu beliau berhasil menanam tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam di dalam bak yang berisi mineral hasil uji cobanya.
 Varietas  suatu peringkat taksonomi (tumbuhan) di bawah jenis/spesies Kemampuan tomat untuk dapat menghasilkan buah sangat tergantung pada  interaksi antara pertumbuhan tanaman dan kondisi lingkungannya. Faktor lain yang  menyebabkan produksi tomat rendah adalah penggunaan pupuk yang belum optimal sertta pola tanam yang belum tepat. Upaya untuk menanggulangi kendala tersebut adalah dengan perbaikan teknik budidaya. Salah satu teknik budidaya tanaman yang diharapkan dapat eningkatkan hasil dan kualitas tomat  adalah hidroponik. Menurut Sundstrom (1982) dengan sistem hidroponik dapat diatur kondisi lingkungannya seperti suhu, kelembaban relatif dan intensitas cahaya,  bahkan faktor curah hujan dapat dihilangkan sama sekali dan serangan hama penyakit dapat diperkecil.
 Pada teknik ini hara disediakan dalam bentuk larutan hara, mengandung semuaunsur hara esensial yang dibutuhkan oleh  tanaman agar tercapai pertumbuhan normal. Nutrisi yang diperlukan tanaman dapat dipenuhi dengan meramu sendiri berbagai garam kimia, cara ini memerlukan ketrampilan dan pengetahuan khusus. Memang cara inilah yang banyak dipakai di perusahaan-perusahaan besar, tetapi untuk di tingkat petani hal ini menjadi tidak efektif lagi mengingat mahalnya harga bahan-bahan kimia saat ini.
Pencarian komposisi yang paling baik untuk  tiap jenis tanaman khususnya tomat masih terus dilakukan, mengingat tiap jenis tanaman membutuhkan nutrisi dengan komposisi berbeda. Salah satu kesulitan didalam penyiapan larutan hara ini adalah belum diketahuinya dosis unsur hara yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. Pada dosis yang terlalu rendah, pengaruh larutan hara tidak nyata, sedangkan pada dosis yang terlalu
tinggi selain boros juga akan mengakibatkan tanaman mengalami plasmolisis, yaitu  keluarnya cairan sel karena tertarik oleh larutan hara yang lebih pekat
 Sundstrom (1982) telah memudahkan  cara budidaya secara hidroponik dengan membuat formula larutan yang dapat digunakan untuk berbagai macam tanaman sayuran dan hias, anjurannya adalah N 140-300 ppm; P 31-80 ppm dan K 160-300 ppm, tetapi untuk kebutuhan yang optimal belum diketahui secara pasti.
Bahan yang digunakan untuk  penelitian meliputi benih tomat tiga varie (Bonanza, Intan dan Kaliurang 206); larutan hara formula Sundstrom dan Excell; menumbuh arang sekam. Sedangkan alat yang digunakan adalah drum larutan hara, dari sterilisasi, glass-ware, EC-meter, pH-meter, light-meter, pnetrometer, timbangan anali oven dan peralatan laboratorium untuk mendeteksi kualitas buah tomat.
1.  Pembuatan larutan hara
Sebelumnya harus dilakukan perhitungan banyaknya garam pupuk yang harus
dilarutkan menurut Resh (1983) :
W=CM/A  x 100/P
W = bobot garam kimia yang harus dilarutkan (mg)
C  = konsentrasi unsur hara yang diinginkan (ppm)
M = berat molekul garam kimia yang akan digunakan
A = berat atom unsur hara yang diinginkan
P = kemurnian garam kimia (%)
Pemberian unsur hara dilakukan bersama dengan air penyiram dengan takaran 250 ml
pada umur 0-4 minggu, 750 ml pada umur 4-6 minggu dan 1000 ml setelah umur 6 minggu sampai panen. Air siraman diberikan dua kali sehari, yaitu setiap pagi dan sore.
2.  Penanaman dan pemeliharaan
Bibit tomat umur 15 hari ditanam pada masing-masing polibag berukuran 5 kg. Selanjutnya pada umur 10 hari setelah tanam dibantu ajir agar dapat tumbuh tegak. Caranya dengan menggunakan tali rami yang diikatkan pada batang tanaman dan selanjutnya ditarik keatas dan diikatkan pada kawat-kawat horizontal di langit-langit rumah plastik.
3.  Analisis kualitas buah
Analisis kadar gula total dilakukan dengan metoda Nelson-Somogyi dan spektrofotometri 
 Adapun langkah-langkah penelitain dengan metode hidroponik adalah sebagain berikut
1.      Syarat Lingkungan
Tomat cherry cocok di tanam pada daerah ketinggian 600-1500 m dpl dan  bersuhu 17-28 derajat Celcius.
2.        Penyemaian dan Penanaman
Biji tomat cherry terlebih dahulu dijadikan bibit selama satu bulan. Penyemaian bibit menggunakan tray (wadah persemaian berbentuk kotak bersekat berbahan plastik) yang diisi dengan media tanam berupa rock wool (bentuknya mirip sabut kelapa). Setelah satu bulan dan tinggi mencapai 15 cm barulah bibit bida dipindahkan ke lokasi tanam didalam green house. Bibit tersebut ditanam dalam polybag ukuran 30-35 cm berisi arang sekam yang disusun berjajar.
3.       Pemeliharaan
Selama pemeliharaan kondisi green house usahakan selalu terturup dan steril agar tanaman tidak terserang penyakit. Pengecekan tanaman harus rutin terutama terhadap serangga dan membuang daun tua supaya areal tanam tetap bersih dan juga buang buah yang sudah penyok bekas kena kuku atau pecah. Untuk penyiraman tanaman tomat dilakukan bersamaan dengan pemupukan menggunakan alat drip irigation (irigasi tetes). Pupuk dilarutkan dalam air dan disiramkan ke tanaman. Sehari penyiraman dilakukan 2 kali dan dikondisi yang panas bisa 3 kali sehari.
Pupuk yang digunakan adalah pupuk khusus hidroponik yang disebut larutan AB mix. Takarannya pupuk cair diencerkan dengan air dengan komposisi air = X ml pupuk x 200. Misal larutan pupuk A 5ml, pupuk B 5 ml maka airnya = 5×200 = 1000 ml . Untuk memupuk 500 tanaman dibutuhkan 45 liter pupuk AB mix yang diperlukan dalam 1 bulan.
4.      Panen
Setelah lama penyemaian benih menjadi bibit selama 1 bulan dan dalam 2-3 bulan kemudian sudah bisa dilakukan panen perdana. Tanaman ini dipanen 2 hari sekali sampai sekitar 5-6 bulan lamanya. Jadi total produktivitas tomat cherry sekitar 10 bulan dan setelah itu harus diganti bibit baru. Sebelum tanaman diganti agar terus menerus bisa kontinue panen sebaiknya disiapkan penyemaian baru 4 bulan sebelumnya. Buah yang dipanen tidak ush dicuci untuk mencegah kebusukan tapi cukup dilap agar bersih dan langsung dikemas , baik dengan styrofoam dibungkus plastik wrapping. Untuk suhu penyimpanan tomat cherry yang baik sekitar 5-10 derajat C, yang akan membuat tomat bertahan 1-2 minggu lamanya.

Analisis hasil penelitian didasarkan  pada hasil pengamatan di lapangan dan hasil pengujian di laboratorium. Analisis terhadap bobot buah tomat menunjukkan bahwa varietas Bonanza dan Kaliurang  206 sama –sama menghasilkan bobot buah yang tinggi dibandingkan varietas Intan. Akan tetapi jumlah buah varietas Bonanza lebih banyak dibanding varietas kaliurang 206 (tabel 2). Hal itu menunjukkan bahwa varietas Kaliurang 206 bentuk buah dan bobotnya lebih besar dibanding varietas A. Wijayani dan W. Widodo: Usaha meningkatkan kualitas tomat dengan sistem hidroponik                                           Bonanza. Secara genetis varietas Kaliurang 206 mampu menghasilkan buah dengan bobot mencapai 180 gram, hasil tersebut sangat jauh dibandingkan varietas Bonanza 60 gram dan varietas Intan 45 gram (Kartapradja dan Djuariah, 1992). Namun selain itu, rendahnya jumlah buah yang dihasilkan varietas Intan dan Kaliurang 206 apabila dibandingkan varietas Bonanza diduga karena pada saat pembentukan pentil buah telah terjadi serangan penyakit busuk buah, sehingga untuk mengurangi bertambah meluasnya penyakit tersebut maka hampir semua buah yang telah terkena penyakit tersebut kami petik. Akibat tindakan  yang kami lakukan ternyata berpengaruh terhadap jumlah buah yang dipanen. Menurut deskripsi dari AVRDC, varietas Intan yang merupakan persilangan antara Nagcarican dan Anahu memang sangat rentan terhadap penyakit layu bakteri dan busuk, khususnya pada kelembaban yang cukup tinggi.
Berikut ini adalah kelebihan bercocok tanam dengan menggunakan sistem hidroponik:
  • Dapat dilakukan pada ruang / tempat yang terbatas dan higienis
  • Tanaman tumbuh lebih cepat dan penggunaan pupuk bisa lebih hemat
  • Lebih terjamin dan bebas dari serangga dan hawa penyakit
  • Produksi tanaman lebih tinggi dibanding dengan menggunakan media tanam tanah biasa
  • Efisien dalam teknis perawatan dan peralatan yang digunakan
  • Kualitas tanaman yang dihasilkan lebih bagus dan tidak kotor
F.     Langkah-Langkah Penelitian
Langkah-langkah penelitian lazim juga di sebut prosedur penelitian, dan ada juga menggunakan istilah metodologi penelitian. Langkah-langkah penelitian ini secara garis besar mencangkup : penentuan metodologi penelitian, penentuan jenis data, data yang akan di kumpulkan, penentuan sumber data yang digali, cara pengumpulan data yang akan digunakan, dan cara pengolahan dan anlisis data yang akan di tempuh.
Dalam penyusunan penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif, yang merupakan proses penelitian yang berkesinambungan sehingga tahap pengumpulan data, pengolaan data, dan analisis data dilakukan secara bersamaan slama proses .Adapun langkah-langkah penelitian yang akan dilakukan penulis dalam penyusunan skripsi ini sebagai berikut :
1.      Menentukan Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini sengaja peneliti  lakukan di daerah bandung.
2.    Lokasi penelitian ini sengaja penulis lakukan di Penentuan Sumber Data
Dalam penulisan penelitian, penulis menggunakan dua sumber data yaitu,
a.       Sumber Primer, Yaitu sumber yang harus ada dan menjadi data-data yang dikumpulkan, yang meliputi literature, dokumentasi, hasil wawancara, dan sampel.
b.      Sumber Sekunder, yaitu sumber-sumber lain yang menunjang sumber data primer, artinya apabila data-data primer tidak diketemukan, maka data skunder yang melengkapinya.

3.   Teknik Pengumpulan Data
a.         Studi Dokumen
Yaitu mempelajari berbagai buku dan bahan tulisan yang terdapat kaitannya dengan  penelitian yang akan di teliti, guna dijadikan pegangan dalam melakukan penelitian
b.    Observasi
Karlk Weick dikutip dari Seltiz,Wrightsman,dan Cook 1976:253 ) mendifinisikan observasi sebagai pemilihan, pengubahan, pencatan, dan serangkaian prilaku dan suasana yang berkenaan dengan organisme sesuai dengan tujuan-tujan empiris.
c.              Analisis Data
Analisis data dalam penelitian merupakan bagian penting dalam proses penelitian, karena dengan analisis inilah data data akan nampak manfaatnya, terutama dalam memecahkan masalah penelitian dan mencapai tujuan akhir penelitian







DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2007. (Online) http://anekaplanta.wordpress.com/2007/12/21/hidroponik/ Akses Minggu  18 Desember 2011 Pukul 20.05
Anonim .(Online)  http://www.situshijau.co.id/tulisan.php?act=detail&id=19&id_kolom=2 akses Minggu 18 Desember  2011 Pukul 20.12
Anonim.  (Online) http://id.wikipedia.org/wiki/Hidroponik Akses Minggu  18 Desember 2011 Pukul 20.35
Anonim.(Online ) http://id.hicow.com/tomat/tanaman/buah-1303027.html Akses Minggu  18 Desember 2011 Pukul 20.30
Anonim.(Online)http://www.sumberbacaan.com/mengenai+tentang+budidaya+tomat+hidroponik.html  Akses Minggu  18 Desember 2011 Pukul 20.40
Anonim. (Online ) http://referensikita.com/tanaman/164-Tanaman/15220-Pertumbuhan Tanaman.html Akses Minggu  18 Desember 2011 Pukul 20.33
 Wijayani, Ari   dan Wahyu Widodo.2005. Usaha Meningkatkan Varietas Tomat. (Online) Akses Minggu 18 Desember 2011 pukul 20.20
 --------------------------------------------------------//---------------------------------------------------------------
Go Green Souvenir
Jual souvenir Pernikahan
Souvenir bertema kan go green, souvenir bibit tanaman dan lain-lain. (Partai besar atau kecil)
Hubungi kami ( untuk mendapatkan katalog ):
089 631 383 425
Pin 7db7f6be
berikut beberapa contoh produknya:























Tags:

Written by

We are the second largest blogger templates author, providing you the most excellent and splendid themes for blogger cms. Our themes are highly professional and seo Optimized.

 
@2014 | Published By # | Tuts | Designed by # | Powered By restu agro jaya.