tips mencari produk ramah lingkungan

Share & Comment
Dalam kehidupan sehari-hari, ternyata banyak yang dapat kita lakukan untuk membantu menghentikan perusakan lingkungan dengan cara mudah. Apa saja caranya ? Simak tips berikut ini :

1. PILIH PRODUK RAMAH LINGKUNGAN
Sebisa mungkin, pilihlah produk yang mencantumkan label ecofriendly atau recycling symbol pada kemasannya.
Label eco-friendly ditujukan pada barang atau jasa yang menimbulkan dampak negatif seminimal mungkin terhadap lingkungan. Sayangnya, belum ada standar internasional untuk konsep ini. Di Indonesia, produk berlabel ramah lingkungan seperti ini masih sulit ditemui. Yang lebih banyak adalah produk yang diklaim produsen sebagai produk ramah lingkungan, tanpa persetujuan pihak ke tiga. Label tipe ini sebetulnya sah saja dan juga bisa ditemui di negara maju seperti Amerika Serikat.
Produk dengan recycling symbol lebih umum ditemui. Simbol yang terdiri dari tiga anak panah hijau yang saling mengejar ini, digunakan untuk menandai produk yang bisa didaur ulang. Walau belum ada standar baku tentang pelabelan simbol ini, setidaknya bisa Anda jadikan patokan ketika memilih produk bagi si buah hati.
Saat ini makin banyak perusahaan apparel yang makin peduli dengan konservasi alam, sehingga memproduksi koleksi pakaian yang ramah alam. Sebisa mungkin, guanakan baju-baju berbahan 100% katun dan tidur di ranjang beralas sprei dari bahan serat alami.
2. GANTI TOILETRIES
Mengganti produk toiletries adalah cara paling cepat untuk mengurangi paparan pada kimia pada tubuh yang akibatnya makin terasa menakutkan. Kulit adalah organ terbesar yang kita miliki dan melalui kulit itu pulalah tubuh kita menyerap sebanyak apapun yang kita oleskan. Sabun mandi, sampo, pasta gigi, bubble bath, krim tabir surya dan pelembab wajah dan kulit yang kita pakai sehari-hari dipenuhi dengan zat kimia perusak yang menyebabkan sakit kulit dan alergi. Kini saatnya mengganti dengan produk natural atau organik dan tak mengandung deterjen. Serta sebisa mungkin menghindari produk yang mengandung sulfat.
Khusus untuk bayi, hindari produk yang menggunakan pewangi buatan. Produk kosmetik dengan pewangi buatan ini cenderung lebih ekonomis, namun penggunaannya meningkatkan resiko terjadinya iritasi dan alergi pada kulit. Apalagi, kulit bayi sangat halus dan tipis.Ini terjadi karena kandungan air masih cukup banyak dan ikatan antarselnya cukup longgar, sehingga kulit mudah sekali teriritasi dan mudah menyerap berbagai zat yang masuk ke dalam kulit.
3. PILIH PRODUK PEMBERSIH RAMAH LINGKUNGAN
Jujur saja, produk pembersih rumah dan perabotan yang dipakai rumah tangga kita sangat banyak variannya : deterjen masing-masing untuk baju putih, berwarna, hitam, pakaian dalam, lalu ada pewangi cucian, pewangi setrika, belum lagi cairan pembersih perabot, kaca, kamar mandi dan seterusnya. Semua bisa dipastikan mengandung zat kimia. Tak hanya berbahaya ketika terminum atau termakan oleh anak-anak, kandungan kimia para pembersih ini dalam jangka pendek dapat mempengaruhi kondisi kesehatan kita. Dan dalam jangka panjang dapat merusak bumi tercinta.
Di Indonesia sayangnya memang belum banyak diproduksi pembersih rumah dan perabot yang ramah alam. Tapi bila kita benar-benar mau peduli, ada baiknya Anda mulai memilih produk yangecofriendly. Pilih produk yang bersifat biodegradable (bisa diuraikan lagi menjadi senyawa yang ramah lingkungan), tidak mengandung CFC atau chlorofluorocarbon, bahkan tidak mengandung parfum dan warna, serta tentu saja bebas toksik. Anda juga dapat membuat pembersih sendiri, misalnya minyak eukaliptus sebagai disinfektan atau cuka putih sebagai pembersih.
Untuk mencuci pakaian bayi, Anda dapat memilih sabun nondeterjen seperti lerak. Meski busanya tidak melimpah, lerak yang di luar negeri dikenal dengan nama soap nut, sangat aman digunakan untuk pakaian bayi dan tidak mengiritasi kulit, serta hipoalergenik sehingga tidak menimbulkan alergi.
4. RUMAH RAMAH LINGKUNGAN
Gunakan bahan yang tidak mengandung mold, asbes dan timbal. Paparan dari salah satu dari ketiga bahan ini menimbulkan dampak negatif, mulai dari reaksi alergi ringan sampai yang membahayakan jiwa. Pada beberapa orang, mold dapat menyebabkan reaksi alergi seperti iritasi pada mata, hidung, tenggorokan dan paru-paru. Serat asbes yang terhirup dapat menyebabkan penyakit serius, termasuk mesothelioma (sejenis kanker) dan asbestosis (peradangan pada jaringan di paru-paru).
Sedangkan timbal bersifat racun dan bila tertelan atau terhirup dapat membahayakan organ tubuh manusia terutama otak dan ginjal, serta fungsi reproduksi baik pada pria dan wanita. Wanita hamil, janin, dan anak usia kurang dari 4 tahun adalah kelompok yang paling rentan terhadap resiko ini.
Pilih cat yang bebas toksik. Selesai mengecat dinding, jangan buang sisa cat begitu saja ke bak cucian atau got depat rumah, simpan dalam wadahnya yang tertutup rapat. Bila Anda merenovasi rumah, tinggalkan rumah ketika kontraktor membongkar rumah Anda karena bisa saja ada timbal dan asbes yang berbahaya.
Untuk anak yang menderita asma dan alergi, perlu tempat tidur dan perlengkapan yang bebas kuman dan debu. Hindari pemakaian karpet karena lebih mudah mengumpulkan debu, kuman dan zat berbahaya lainnya. Riset yang dilakukan di Jepang dan AS menyebutkan, pilihan terbaik untuk mengurangi alergi adalah lantai kayu atau parket.
5. KURANGI AC
Tinggal di ruang berpendingin udara memang nyaman. Namun, bayi yang terus menerus menghirup udara dingin AC lebih mudah mengalami iritasi saluran pernapasan atas. Bukankah aliran udara AC berputar di ruangan itu saja ? Padahal agar sehat, Anda butuh pertukaran dengan udara luar. Belum lagi jika Anda tak sempat mengurus kebersihan AC, bisa-bisa berbagai penyakit infeksi pernapasan menghampiri Anda dan si buah hati. Maka, jika tidak terus menerus di ruang ber-AC, Anda bisa hemat listrik sekaligus hidup lebih sehat.
6. KURANGI POPOK SEKALI PAKAI
Berapa banyak bahan plastik terbuang dari pemakaian popok sekali pakai? Belum lagi jumlah plastik kemasannya. Padahal, plastik merupakan bahan yang sulit terurai. Jika memilih popok kain, Anda tak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tapi juga menghindarkan anak dari kemungkinan iritasi kulit atau ruam popok akibat kulit bersentuhan dengan bahan plastik atau karet diaper.
Selain popok kain konvensional, saat ini telah tersedia pula beragam re-usable cloth diapersehingga Anda leluasa memilih.
7. HINDARI INSEKTISIDA
Sadarkan anda bahwa insektisida adalah sumber racun yang sangat nyata ? Sebaiknya Anda memilih ”pembunuh serangga” yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, dengan memilih kelambu untuk menghindarkan Anda dan si buah hati dari gigitan nyamuk. Bagaimanapun, obat nyamuk adalah bahan kimia yang bersifat racun. Walaupun dosisnya kecil sehingga dinyatakan aman, tetap saja sifat-sifat dasar bahan kimia berdampak pada Anda dan si kecil.
Di kebun atau halaman rumah, Anda juga dapat menanam tanaman yang dipercaya sebagai pengusir nyamuk seperti lavender, zodia dan akar wangi.
Sebisa mungkin, pilih makanan organik dan bebas dari penggunaan insektisida. Cuci semua sayuran dan buah.
8. MAINAN NONTOXIC DAN RAMAH LINGKUNGAN
Pilih mainan yang dapat didaur ulang dan tidak menyebabkan perusakan lingkungan. Misalnya mainan dari bahan kain, atau mainan kayu yang dicat non-toxic. Di negara maju, penanganan kasus mainan yang tidak aman sangat baik dan sistematis. Sayangnya hal ini belum terjadi di negara kita.
Hindari mainan berbahan PVC untuk anak-anak kita. Zat kimia beracun tinggi yang dikenal sebai dioksin adalah hasil dari penggunaan PVC. Ini adalah racun untuk alam dan manusia, dan selalu dihubungkan dengan berbagai problem kesehatan. Saat ini sudah banyak dijual mainan ramah lingkungan yang berupa produk handmade yang memakai 100% serat alam dan produk daur ulang alam.
Tags:

Written by

We are the second largest blogger templates author, providing you the most excellent and splendid themes for blogger cms. Our themes are highly professional and seo Optimized.

 
@2014 | Published By # | Tuts | Designed by # | Powered By restu agro jaya.